Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dikenal sebagai wilayah yang memiliki keunikan keanekargaman hayati karena terletak di antara dua zona biogeografi yaitu zona Oriental dan zona Australian. Dengan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa tersebut, Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia setelah Brazil. Indonesia terletak di daerah tropis sehingga memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Tingginya keanekaragaman terlihat dari berbagai ekosistem yang ada di Indonesia seperti ekosistem pantai, ekosistem hujan tropis, ekosistem padang rumput, dan ekosistem terumbu karang.

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Setelah kita tahu bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, maka perlu diadakan upaya pelestarian keanakeragaman tersebut agar tetap terjaga untuk kehidupan yang akan datang. Kita bisa lihat berbagai keanekaragaman yang ada di sekitar kita seperti, berbagai jenis bunga mulai dari warna bentuk dan lainnya, berbagai macam hewan yang bervariasi, dan masih banyak keanekaragaman yang lainnya jika diperhatikan lebih detail. Nah bagaimana cara melestarikan keanekaragaman hayati ? Maka dari itu perlu adanya sebuah wawasan untuk memperdalam pengetahuan kita agar kelestarian ini tetap terjaga. Untuk itu lihat pada uraian di bawah ini mengenai upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia meliputi dua hal berikut.

a. Melakukan pelestarian keanekaragaman hayati baik secara in situ maupun ex situ. Pelestarian secara in situ yaitu pelestarian makhluk hidup dalam habitat aslinya, misalnya Taman Nasional Ujungkulon. Pelestarian secara ex situ yaitu pelestarian makhluk hidup di luar habitat aslinya tetapi lingkungan dibuat mirip aslinya, misalnya penangkaran harimau dikebun binatang.

b. Memanfaatkan keanekaragaman hayati dengan menerapkan prinsip-prinsip berikut.
  1. Prinsip daya toleransi, artinya keanekaragaman memiliki batas toleransi tertentu sehingga tidak boleh dilanggar.
  2. In optimum, artinya semua kekayaan alam tidak boleh dimanfaatkan sampai optimum sehingga pemanfaatan harus di bawah optimum.
  3. Faktor pengontrol, artinya kita harus menjaga, mengontrol, atau mengendalikan keseimbangan linkungan.
  4. Prinsip ketahanbalikan, artinya kita harus selalu menjaga kelestarian plasma nutfah karena jika plasma nutfah hilang atau punah, organisme tersebut juga akan punah.

Penangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Penangkaran tumbuhan dan satwa liar berbentuk sebagai berikut.
  1. Pengembangbiakan satwa, merupakan kegiatan penangkaran berupa perbanyakan individu melalui cara reproduksi kawin (seksual) maupun tidak kawin (aseksual) dalam lingkungan buatan atau semi alami serta terkontrol dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.
  2. Pembesaran satwa, merupakan kegiatan penangkaran yang dilakukan dengan pemeliharaan dan pembesaran anakan atau penetasan telur satwa liar dari alam di dalam lingkungan terkontrol dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.
  3. Perbanyakan tumbuhan (artificial propagation), merupakan kegiatan penangkaran yang dilakukan dengan cara memperbanyak dan menumbuhkan tumbuhan di dalam kondisi yang terkontrol dan material seperti biji, potongan (setek), kultut jaringan, dan spora dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

Penangkaran memiliki beberapa tujuan sebagai berikut.
  • Mendapatkan spesimen tumbuhan dan satwa liar dalam jumlah, mutu, kemurnian jenis, dan keanekaragaman genetik yang terjamin, untuk kepentingan pemanfaatan sehingga mengurangi tekanan langsung terhadap populasi alam.
  • Mendapatkan kepastian secara administratif maupun secara fisik bahwa pemanfaatan spesimen tumbuhan atau satwa liar yang dinyatakan berasal dari kegiatan penangkaran adalah benar-benar berasal dari kegiatan penangkaran.

Di Indonesia ada beberapa contoh penangkaran tumbuhan dan hewan seperti penangkaran buaya asam kumbang di Medan, penangkaran rusa di Kabupaten Bandung, penangkaran penyu di Kabupaten Banyuwangi, dan masih banyak lagi penangkaran hewan maupun tumbuhan yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Post a Comment

0 Comments