Pengertian Resensi, Sistematika, dan Kaidah Kebahasaannya

Pernakah Anda membaca sebuah resensi? Resensi biasanya dapat dijumpai pada surat kabar atau majalah. Karya yang biasa diresensi antara lain buku, gambar, musik, atau film. Resensi merupakan salah satu cara untuk mengetahui nilai atau kualitas sebuah karya. Apa yang dimaksud resensi? Apa saja yang harus dicantumkan pada resensi?

Pengertian Resensi

Resensi adalah tulisan atau informasi yang membahas, mengulas, dan memberi pertimbangan mengenai karya orang lain tentang kelemahan, keunggulan, dan kelayakan buku tersebut dibaca oleh pembaca, pendengar, atau penonton. Berdasarkan objek karyanya, resensi terdiri atas bermacam-macam jenis. Berdasarkan objek tanggapannya ada pula yang berupa film, drama, lagu, buku ilmu pengetahuan, lukisan, dan karya-karya lainnya.

Pengertian Resensi, Sistematika, dan Kaidah Kebahasaannya

Dengan perbedaan-perbedaan objek karya itu, informasi yang kita dapat pun akan bermacam-macam pula. Misalnya dari resensi novel atau kumpulan cerpen, informasi yang kita dapatkan adalah tentang alur, penokohan, latar, dan hal-hal lainnya yang terdapat dalam buku-buku cerita itu. Berbeda halnya apabila resensi itu tentang buku populer, informasi yang kita dapatkan berupa sejumlah ilmu pengetahuan yang kita dapatkan berupa sejumlah ilmu pengetahuan yang dapat memperluas wawasan kita tentang topik yang dibahas buku tersebut.

Sistematika Sebuah Resensi

Resensi disusun dengan sistematika sebagai berikut.
  1. Judul Resensi
  2. Identitas buku yang diresensi. Identitas meliputi judul karangan, pengarang, penerbit, kota penerbit, tahun terbit, tebal buku (jumlah halaman), dan harga buku. Ini bertujuan untuk memperkenalkan kehadiran sebuah karya kepada masyarakat pembaca.
  3. Pendahuluan. Pada bagian ini berisi sinopsis singkat (pengantar), mencamtumkan ringkasan karangan. Bila karya yang diresensi buku jenis ilmu pengetahuan, berarti bagian ini berisi uraian mengenai kajian isi buku pengetahuan tersebut. Jika karya yang diresensi karya sastra, maka berisi sinopsis, unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, dan sebagainya berkaitan dengan karya yang diresensi.
  4. Inti resensi (ulasan). Bagian ini berisi bahasan, ulasan, atau pertimbangan mengenai 'baik' atau 'buruknya' sebuah buku. Betapapun juga, dari sebuah buku pasti ada sisi baiknya dibandingkan dengan buku-buku lain yang sejenis. Sebaliknya, betapapun bagusnya, sebuah karya pasti ada saja kekurangan atau kelemahannya.
  5. Bagian penutup biasanya berisi simpulan.

Menganalisis Kebahasaan Sebuah Resensi

Resensi adalah ulasan yang menunjukkan baik buruknya sebuah buku, penilaian sampai pada pemahaman manfaat setelah membacanya. Ulasan tersebut dapat memotivasi pembaca resensi untuk berminat atau tidak berminat membaca buku yang diresensi. Selain itu, resensi buku merupakan umpan balik bagi penulis buku untuk menyempurnakan isi buku tersebut pada edisi berikutnya. Sebuah resensi memiliki kaidah kebahasaan sebagai berikut.
  1. Banyak menggunakan konjungsi penerang seperti bahwa, yakni, yaitu.
  2. Banyak menggunakan konjungsi temporal yaitu sejak. semenjak, kemudian, akhirnya.
  3. Banyak menggunakan konjungsi penyebaban yaitu karena, sebab.
  4. Menggunakan pernyataan-pernyataan berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal ini ditandai dengan kata jangan, harus, hendaknya.

Post a Comment

0 Comments