Pengertian Proposal, Isi, dan Kaidah Kebahasaan Pada Proposal

Suatu lembaga, instansi, organisasi, bahkan individu yang menginginkan hasil kerja secara optimal, selayaknya mereka membuat perencanaan yang matang. Langkah prakerja yang diperhitungkan oleh individu atau tim pelaksana secara teoritis itulah yang kita kenal sebagai penyusunan proposal. Proposal diajukan dengan tujuan mendapatkan izin atau persetujuan atas kegiatan yang akan dilaksanakan. Bagaimana kriteria proposal yang baik? Apa saja yang dicantumkan pada proposal? Untuk itu simak pada uraian berikut ini.

Pengertian Proposal

Apa yang dimaksud proposal? Proposal merupakan rencana kerja yang ditulis secara sistematis, terperinci, dan formal mengenai rancangan suatu kerja atau kegiatan. Proposal berisi mengenai program kerja dan bagaimana teknis pelaksanaannya. Proposal bertujuan untuk mendapatkan persetujuan atau tujuan tertentu dari pihak yang berkepentingan.

Pengertian Proposal, Isi, dan Kaidah Kebahasaan Pada Proposal

Kata proposal berasal dari bahasa Inggris yang di dalam bahasa Indonesia mempuyai arti pengertian usul, tawaran, rencana, perencanaan, pengajuan, atau lamaran. Proposal dapat diartikan sebagai rencana kerja yang disusun secara sitematik dan terperinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal.

Menganalisis Isi dan Kaidah Kebahasaan Pada Proposal

Secara umum isi proposal yakni berupa usulan kegiatan. Adapun isi secara khusus dapat bermacam-macam bergantung pada jenis kegiatan yang diusulkan tersebut. Proposal penelitian memiliki perbedaan dengan proposal kegiatan kerja bakti sosial, perlombaan, dan kegiatan sejenis lainnya.

Sebuah proposal memiliki kaidah kebahasaan di dalamnya. Kaidah yang dimaksud yaitu terdapat pernyataan-pernyataan yang bersifat argumentatif. Argumen-argumen tersebut akan lebih menyakinkan apabila disertai dengan alasan. Alasan seringkali menggunakan konjungsi penyebaban seperti karena, seperti, oleh karena itu. Selain pernyataan argumentatif, juga terdapat pernyataan bersifat persuasif. Hal ini dimaksudkan untuk mengubah penerima proposal untuk menerima ajuan tersebut.

Adapun kaidah kebahasaan di dalam proposal. Kaidah yang dimaksud yaitu:
  1. Terdapat pernyataan-pernyataan yang bersifat argumentatif.
  2. Terdapat pernyataan yang bersifat persuasif.
  3. Banyak menggunakan istilah ilmiah, baik berkenaan dengan kegiatan itu sendiri ataupun tentang istilah-istilah berkaitan dengan bidang keilmuannya.
  4. Banyak menggunakan kata kerja tindakan yang menyatakan langkah-langkah kegiatan (metode penelitian), misalnya berlatih, membaca, mengisi, mendokumentasikan, mengamati, melakukan.
  5. Menggunakan kata-kata yang menyatakan pendefinisian yang ditandai oleh penggunaan kata merupakan, adalah, yaitu, yakni.
  6. Menggunakan kata-kata yang bermakna perincian seperti selain itu, pertama, kedua, ketiga.
  7. Menggunakan kata-kata yang bersifat "keanakan" seperti akan, diharapkan, direncanakan. Hal itu sesuai dengan sifat proposal sebagai usulan, rencana, atau rancangan program kegiatan.
  8. Menggunakan kata-kata bermakna lugas (denotatif). Hal ini penting guna menghindari kesalahan pemahaman antara pihak pengusul dengan pihak tertuju atau penerima proposal

Akhir Kata

Dari uraian di atas Anda telah mengatahui pengertian proposal dan apa saja isi serta kaidah kebahasaan yang ada di dalamnya. Dengan begitu Anda bisa semakin tahu mengenai pembuatan proposal yang baik dan benar. Demikian semoga uraian ini bermanfaat bagi Anda semua.

Post a Comment

0 Comments