Pengertian dan Jenis-jenis Bioteknologi Lengkap

Semua produk atau jasa yang berasal dari jasad hidup atau komponennya dan yang dihasilkan dari penerapan teknik biologi, biokimia, dan rekayasa adalah produk atau jasa bioteknologi. Apakah tempe dan tape termasuk produk bioteknologi? Meskipun tempe dan tape dianggap sebagai makanan yang sederhana, namun keduanya juga merupakan hasil dari bioteknologi.

Pengertian Bioteknologi

Apa yang dimaksud bioteknologi? Bioteknologi berasal dari kata bios yang artinya makhluk hidup, teknos yang artinya aplikasi atau penerapan dan logos yang berarti ilmu. Sehingga bioteknologi dapat diartikan sebagai ilmu yang memperlajari tentang penerapan makhluk hidup melalui suatu tahapan dan proses untuk menghasilkan suatu produk guna meningkatkan kesejahteraan manusia.

Pengertian dan Jenis-jenis Bioteknologi Lengkap

Pada dasarnya, bioteknologi adalah suatu proses yang melibatkan berbagai agen biologi yang berupa mikrobia. Produk maupun jasa yang dihasilkan sangat tergantung pada mikrobia yang digunakan. Terdapat dua jenis bioteknologi, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

Secara lengkap, bioteknologi diartikan sebagai cabang biologi yang mempelajari penggunaan organisme dengan bantuan teknologi untuk penyediaan barang dan pelayanan bagi kepentingan manusia. Dalam pengertian bioteknologi, ada beberapa ciri dari suatu proses bioteknologi. Ciri-ciri tersebut sebagai berikut.
  1. Adanya agen biologi yang dipergunakan. Agen biologi yang dipergunakan ini tidak hanya dalam bentuk fisik yang dipanen, namun juga termasuk di dalamnya adalah hasil metabolit sekunder atau enzim yang dihasilkan.
  2. Penggunaan agen biologi dilakukan dengan suatu cara atau metode tertentu.
  3. Adanya produk turunan atau jasa yang dipakai dari proses penggunaan agen biologi tersebut.
  4. Terdapat prinsip ilmu yang melandasi proses bioteknologi.

Bioteknologi selalu berhubungan dengan reaksi-reaksi biologis yang dilakukan oleh jasad hidup. Jasad hidup yang sering dimanfaatkan dalam bioteknologi adalah mikroorganisme. Mikroorganisme menjadi subjek pada berbagai proses bioteknologi karena beberapa alasan berikut.
  1. Reproduksinnya sangat cepat, dalam hitungan menit dapat berkembangbiak sehingga menjadi sumber daya hayati yang potensial.
  2. Mudah diperoleh dari lingkungan kita.
  3. Memiliki sifat tetap, tidak berubah-ubah.
  4. Melalui teknik rekayasa genetik, para ahli dapat memodifikasi atau mengubah dengan cepat sifat mikroorganisme sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan yang diinginkan.
  5. Dapat menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia dan tidak tergantung musim atau ilkim.

Jenis-jenis Bioteknologi

Bioteknologi dapat dibedakan menjadi dua yaitu, bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

1. Bioteknologi konvensional

Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang menggunakan teknik dan peralatan sederhana. Proses bioteknologi konvensional memanfaatkan mikroorganisme secara utuh. Proses biokimia dan proses genetik terjadi secara alami. Manipulasi yang dilakukan dalam bioteknologi konvensional hanya sebatas manipulasi pada lingkungan dan media tumbuh serta tidak sampai pada tahap rekayasa genetika. Meskipun terjadi rekayasa genetika, hal tersebut hanya bersifat sederhana dan perubahan yang terjadi tidak tepat sasaran.

Bioteknologi konvensional memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari bioteknologi konvensional, yaitu menggunakan bioteknologi sederhana, biaya produksi sedikit, dan sudah diketahui pengaruh jangka panjangnya. Sementara itu, kekurangan dari bioteknologi konvensional yaitu waktu yang diperlukan relatif lama, belum ada pengkajian prinsip-prinsip ilmiah, hasilnya tidak dapat diperkirakan sebelumnya, belum dapat mengatasi ketidaksesuaian genetik, kualitas hasilnya belum terjamin karena prosesnya relatif belum steril.

salah satu contoh dari penerapan bioteknologi konvensional adalah fermentasi. Fermentasi telah digunakan dalam menghasilkan produk, baik dalam skala kecil maupun industri besar. Contoh produk hasil bioteknologi konvensional adalah tauco, kecap, minuman anggur, dan sake.

2. Bioteknologi modern

Prinsip dasar proses bioteknologi modern adalah melibatkan rekayasa genetika dalam menghasilkan sebuah produk. Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang menggunakan teknologi canggih dan dipengaruhi atau memanfaatkan ilmu-ilmu seperti Mokrobiologi, Biologi Sel, Biologi Molekuler, Biokimia, dan Genetika. Pada bioteknologi modern, manipulasi yang dilakukan meliputi manipulasi susunan gen dalam kromosom makhluk hidup yang digunakan. Teknik tersebut dinamakan rekayasa genetika. Tujuan teknik ini yaitu menghasilkan organisme dengan susunan gen yang telah diubah sehingga memiliki sifat sesuai dengan yang diinginkan. Hasil bioteknologi modern lebih terarah dan merupakan produksi dalam skala industri dengan menggunakan organisme, sistem, atau proses bioteknologi.

Seperti halnya bioteknologi konvensional. bioteknologi modern juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan bioteknologi modern adalah dapat dilakukan perbaikan sifat genetika secara terarah, hasilnya dapat diperhitungkan, dapat mengatasi kendala ketidaksesuaian genetika, dapat menghasilkan produk baru dengan sifat baru yang tidak ada pada bahan alami, dapat meningkatkan kualitas dan mengatasi kendala alam dalam sistem budidaya tanaman. Sementara itu, kelemahan dari bioteknologi modern adalah diperlukan biaya produksi yang relatif lebih mahal, diperlukan teknologi yang canggih, serta belum diketahui pengaruh jangka panjangnya.

Contoh dari penerapan bioteknologi modern adalah kultur jaringan. Kultur jaringan merupakan suatu teknik atau metode untuk mengisolasi bagian-bagian tanaman (sel, jaringan, atau organ seperti akar, batang, daun, dan pucuk) kemudian menumbuhkan atas medium budidaya (in vitro). Dengan demikian, bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan dapat menjadi tanaman lengkap kembali.

Post a Comment

0 Comments