Peluang Usaha Budidaya Ikan Konsumsi Secara Kreatif dan Inovatif

Peluang usaha pada budidaya ikan konsumsi khususnya air tawar di Indonesia semakin lama semakin berkembang. Hasil olahan ikan tersebut bisa dikonsumsi menjadi berbagai olahan yang menarik konsumen seperti abon dan nugget. Hal tersebut memberikan keuntungan yang lebih besar bagi produsen untuk di pasarkan. Kita wajib bersyukur atas segala kemuliaan Tuhan YME karena berkat karunia-Nya kita dapat selalu mengonsumsi jenis ikan baik tawar maupun ikan laut. Kita juga harus menjaga ikan-ikan kita oleh pemburu ikan dari negara-negara lain.

Peluang Usaha Budidaya Ikan Konsumsi Secara Kreatif dan Inovatif

Peluang usaha merupakan sebuah kesempatan yang sudah pasti bisa didapatkan oleh seseorang dengan cara mengandalkan suatu potensi dan keahlian yang telah dimiliki oleh orang tersebut dengan cara memanfaatkan waktu dan kondisi yang ada. Dengan memanfaatkan peluang tersebut maka Anda bisa memulai sebuah pundi-pundi kesuksesan di dalamnya.

Peluang Usaha Budidaya Ikan Konsumsi

Peluang usaha budidaya ikan konsumsi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut seperti mudah tidaknya proses budidaya, selera dan perkembangan pasar, serta pemenuhan kebutuhan pasar (Cahyo Saparinto,2010: 5).

a. Mudah tidaknya dibudidayakan

Budidaya ikan konsumsi dapat dilakukan di pekarangan, kolam, tepi sungai maupun waduk. Selain dapat dikerjakan sendiri, jarak dan waktu pemeliharaan juga cukup singkat.

b. Selera dan perkembangan pasar

Pemilihan ikan konsumsi yang laku dipasaran sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal berikut.
  • Tepat sasaran, maksudnya wirausahawan harus tahu kemana ikan tersebut akan dipasarkan.
  • Pemanfaatan modal, pengaturan modal yang tepat untuk menghasilkan komoditas dan sarana yang tepat.
  • Pemilihan lokasi, memahami teknis budidaya, juga memahami tradisi masyarakat setempat.
  • Pemilihan dan penentuan media budidaya, media yang digunakan sesuai dengan kondisi lokasi dan jenis ikan yang dibudidayakan.

c. Pemenuhan kebutuhan pasar

Segmentasi pasar dan jenis ikan budidaya yang dipilih dengan tepat mempengaruhi keberhasilan usaha. Perkembangan pasar dapat dilihat dari kondisi pasar lokal, pasar internasional, serta kondisi jaringan yang dibentuk.

Perancangan Budidaya Ikan Konsumsi

Setelah Anda mengetahui tentang peluang usaha budidaya ikan konsumsi, maka selanjutnya Anda bisa mempelajari tentang perancangan budidaya ikan konsumsi dengan tahap sebagai berikut.

a. Pemilihan jenis ikan konsumsi

Faktor yang mempengaruhi pemilihan jenis ikan konsumsi antara lain berdasarkan kondisi lahan, iklim, fungsi, daya tahan, perawatan, peluang pasar, dan masih banyak faktor lain. Budidaya ikan konsumsi juga banyak dipengaruhi oleh faktor tren. Industri makanan juga berperan pada kemunculan tren ikan konsumsi. Contohnya adalah munculnya ikan sarden kalengan akan meningkatkan budidaya ikan sarden, tren makanan sosis ikan dan makanan ikan laut mentah yang segar juga akan memicu peningkatan jumlah pembudidaya ikan.

b. Penentuan proses budidaya

Tahap dan metode budidaya pembenihan ikan konsumsi harus dirancang dengan lengkap dan teliti. Langkah yang telah ditentukan akan memudahkan dalam pelaksanaan budidaya. Penentuan proses budidaya juga membantu untuk mencegah maupun menangani permasalahan yang terjadi saat proses budidaya. Hal yang harus dipertimbangkan untuk menentukan proses budidaya ikan konsumsi antara lain pengairan dan kualitas air, karakteristik ikan, pemilihan lahan, dan lain-lain.

c. Pengawasan dan evaluasi

Pengawasan perlu dilakukan pada budidaya pembenihan ikan konsumsi. Keberhasilan usaha budidaya adalah jika hasil yang didapat sesuai dengan yang diharapkan. Pengawasan dan pemeriksaan secara rutin harus dilakukan secara terus-menerus untuk mengetahui perkembangan ikan yang dibudidaya.

Pengawasan dilakukan oleh pemerintah melalui dinas kelautan dan perikanan daerah. Pengawas perikanan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu bidang pembudidaya ikan, bidang penangkapan ikan dan bidang mutu perikanan. Tiap bidang memiliki tugas untuk mengawasi dan memberikan pengarahan pada pembudidaya selama proses budidaya ikan di tiap daerah.

Persiapan Budidaya Ikan Konsumsi

Kualitas dan kelayakan konsumsi ikan menjadi perhatian utama selama proses budidaya. Sebagai langkah awal budidaya, tahap pembenihan yang dilakukan yaitu sebagai berikut.

a. Memilih lahan

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih lahan adalah akses transportasi, jarak lahan dengan tempat tinggal pembudidaya, kemudahan pemasaran, keamanan, kesediaan tenaga kerja, dan kondisi air.

b. Perencanaan

Membangun tempat pembenihan dilakukan dengan pertimbangan lokasi, bentuk, dan luas lahan. Berdasarkan hal tersebut, pembudidaya mulai merancang bentuk lokasi melalui gambar serta perencanaan biaya.

c. Pembangunan pembenihan

Tempat pembenihan yang ideal bagi ikan konsumsi harus mempertimbangkan beberapa aspek seperti suhu, lokasi, bentuk dan ukuran kolam, jumlah benih per kolam.

d. Sarana dan prasarana pembenihan 

Sarana dan prasarana pembenihan antara lain bak penampungan, bak persalinan, blower (sebagai sirkulasi oksigen), dan pompa submersible untuk memindahkan air dari bak penampungan ke aquarium.

Setelah tempat pembenihan selesai, maka tahap selanjutnya adalah sebagai berikut.
  • Persiapan dan pemeliharaan induk
  • Persiapan pemijahan
  • Proses pengeluaran telur dan sperma
  • Proses penetasan telur
  • Perawatan larva
  • Pendederan benih

Standar Kelayakan Ikan Konsumsi

Ikan yang baik akan memberikan gizi dan manfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi. Sebaliknya, akan menyebabkan berbagai penyakit apabila ikan yang kita konsumsi tidak layak. Berikut ini adalah standar ikan yang layak dikonsumsi.
  1. Warna kulit terang dan cerah
  2. Mata jernih, melotot, basah, dan tidak suram
  3. Jika ikan bersisik, sisiknya masih melakat kuat pada kulit, cerah, dan lembap
  4. Permukaan kulit cenderung tidak berlendir pada permukaan kulitnya, kalaupun ada hanya sedikit
  5. Dagingnya segar dan elastis, kalau ditekan dengan jari, bekasnya cepat pulih
  6. Ikan akan tenggelam dalam air
  7. Aroma tidak busuk
  8. Insang terlihat merah, bersih, dan terang

Pembelian ikan konsumsi sebaiknya dibeli dalam keadaan hidup. Ketika ikan masih hidup maka konsumen dapat melihat kondisi fisik ikan secara langsung. Sebaiknya konsumen tidak mudah tergoda dengan ikan yang dijual dengan harga yang lebih murah. Tetap perhatikan ciri ikan yang layak konsumsi seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan untuk melihat, mencium, dan menyentuh ikan sebelum membeli dan periksa secara teliti. Bagi pembudidaya ikan konsumsi, sebaiknya juga memerhatikan standar kualitas dan kelayakan ikan konsumsi yang akan dijual kepada pembeli. Hal tersebut sangat berpengaruh pada rasa kepercayaan pembeli dalam mengonsumsi produk ikan konsumsi.

Keberhasilan dan Kegagalan Usaha Budidaya Ikan Konsumsi

Budidaya ikan konsumsi akan memberikan banyak keuntungan bagi wirausahawan jika dilakukan dengan tepat dan konsisten. Kegagalan dapat dicegah dengan mencari informasi dan referensi mengenai budidaya pembenihan ikan konsumsi. Analisis SWOT juga telah memberikan gambaran mengenai kondisi usaha. Beberapa penyebab kegagalan usaha budidaya pembenihan ikan konsumsi di antaranya sebagai berikut.
  1. Kesulitan ekonomi untuk memulai bisnis ini
  2. Memulai bisnis hanya karena tergiur keuntungan tanpa pernah mempelajarinya terlebih dahulu
  3. Pembuatan kolam ikan yang kurang efektif secara teori pembudidayaan ikan
  4. Menerapkan program pakan tanpa memedulikan prosedur yang seharusnya
  5. tidak menentukan takaran benih yang ditebar
  6. Sikap wirausahawan yang tidak kreatif dan inovatif

Seorang wirausaha dapat dikatakan berhasil apabila apa yang dituju telah tercapai. Berikut ini adalah keberhasilan wirausaha budidaya ikan konsumsi.
  1. Menganalisis SWOT usaha
  2. Menentukan ide usaha budidaya ikan konsumsi
  3. Menentukan teknik dan program budidaya yang tepat
  4. Pelaksanaan budidaya dan pemasaran 
  5. Evaluasi program budidaya

Post a Comment

0 Comments