Mengenal Teori Asal Usul Kehidupan Lengkap

Banyak orang bertanya-tanya, bagaimana makhluk hidup bisa ada di dunia ini? Nah dari pertanyaan tersebut ada beberapa ahli yang meneliti asal usul kehidupan dari makhluk hidup ini. Banyak hipotesis atau pendapat yang diungkapkan dari para ahli yang menelitinya. Dari beberapa perkembangan ada beberapa teori yang diungkapkan para ahli tersebut yang dirangkum dalam teori asal usul kehidupan. Sebelumnya kita mengenal bahwa makhluk hidup ini berevolusi dari masa lampau sampai sekarang ini. 

Mengenal Teori Asal Usul Kehidupan Lengkap

Kata evolusi awalnya diungkapkan oleh seorang ahli filsafat dari Inggris, akan tetapi belum mengarah pada evolusi kehidupan. Dalam perkembangannya, evolusi digunakan oleh seorang ahli naturialis untuk menjelaskan fenomena kehidupan yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Teori evolusi beranggapan bahwa jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang ada pada masa sekarang ini merupakan hasil proses evolusi dari garis keturunan pada masa lampau. Sebagai contoh adalah kuda yang hidup pada masa kini memiliki perbedaan fisik dengan kuda yang ada pada masa lampau. Terdapat beberapa teori asal usul kehidupan makhluk hidup ini, untuk itu langsung saja lihat pada uraian berikut ini.

6 Teori Asal Usul Kehidupan

Beberapa teori yang menjelaskan asal usul kehidupan yaitu:

1. Teori Abiogenesis

Teori Abiogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda tak hidup atau makhluk hidup ada dengan sendirinya. Teori ini dikenal dengan Generatio Spontanea. Ilmuwan yang mengemukakan teori ini pertama kali adalah Aristoteles (384-332 SM). Aristoteles menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda tak hidup terjadi secara spontan. Aristoteles mengemukakan berdasarkan pengamatan adanya larva lalat yang muncul secara tiba-tiba pada daging yang busuk. Aristoteles berkesimpulan bahwa larva lalat tersebut berasal dari daging yang busuk.

Ilmuwan lain yang mendukung teori abiogenesis adalah John Nedham. Pada pertengahan 1700, ia melakukan percobaan dengan memanaskan kaldu untuk membunuh mikroorganisme yang ada. Kemudian, ia menuangkan air kaldu ke dalam tabung reaksi dan menutupnya dengan gabus. Dalam beberapa hari, tabung dipenuhi oleh bakteri. Ia menyimpulkan bahwa bakteri dibentuk dari sisa-sisa mikroorganisme yang mati oleh panas sebelumnya. Dari percobaan tersebut, ia menyimpulkan bahwa teori abiogenesis adalah benar.

2. Teori Biogenesis

Teori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula. Teori ini menentang teori abiogenesis. Teori biogenesis terkenal dengan pernyataan omne vivum ex ovo. Artinya, kehidupan berasal dari telur atau telur berasal dari kehidupan. Pencetus teori biogenesis antara lain sebagai berikut.
  • Francesco Redi (1620-1698) 
    Seorang fisikawan Italia yang merupakan orang pertama yang melakukan penelitian untuk membantah teori generatio spontanea. Dia melakukan serangkaian penelitian menggunakan daging segar. Redi memperhatikan bahwa ulat akan menjadi lalat dan lalat selalu tidak jauh dari sisa-sisa daging. Pada penelitiannya, Redi menggunakan keratan daging segar yang diletakkan dalam tiga wadah (tabung).

    Percobaan Redi membuktikan bahwa makhluk hidup tidak begitu saja terbentuk dari benda-benda mati, tetapi semua makhluk hidup terbentuk oleh makhluk hidup juga. 
  • Lazzaro Spallanzani 
    Spallanzani menggunakan air rebusan dari daging atau (air kaldu) dalam percobaannya untuk membantah teori abiogenesis. Dalam percobaannya, air kaldu tersebut dimasukkan ke dalam dua labu, kemudian dipanaskan. Setelah dipanaskan, labu I dibiarkan terbuka. Sementara itu, labu II ditutup rapat menggunakan gabus.

    Setelah beberapa hari, air kaldu dalam labu I menjadi keruh dan berbau busuk yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut berasal dari udara bebas masuk ke labu I karena tidak ditutup. Pada labu II, ternyata tidak ada perbedaan dari sebelumnya. Air kaldu tetap jernih. Jernihnya air kaldu ini disebabkan tidak ada udaara yang masuk ke dalam labu.

    Percobaan Spallanzani menunjukkan bahwa pada labu terbuka terdapat kehidupan yang berasal dari mikroorganisme yang ada di udara. Pada labu yang ditutup tidak terdapat kehidupan. Berdasarkan hal tersebut, Spallanzani berkesimpulan bahwa kehidupan bukan berasal dari air kaldu, tetapi berasal dari makhluk hidup lainnya.
  • Louis Pasteur
    Pada tahun 1864 ia melakukan percobaan menggunakan tabung berleher angsa. Pasteur sendiri meyakini bahwa sebuah sel pasti berasal dari sel lainnya. Dalam percobaan menggunakan tabung berleher angsa, Pasteur merebus kaldu hingga mendidih, kemudian mendiamkannya. Pada prinsipnya, udara mampu masuk ke dalam tabung, namum partikel debu akan menempel pada lengkungan leher tabung.

    Setelah beberapa lama, ternyata tidak ada bakteri yang tumbuh. Akan tetapi, setelah Pasteur memiringkan tabung leher angsa tersebut, air kaldu di dalam tabung kemudian ditumbuhi oleh mikroba. Hal ini membuktikan bahwa kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya.

Kesimpulan Teori Biogenesis

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan oleh para ilmuwan tersebut, maka muncullah teori baru, yaitu teori biogenesis yang menyatakan hal-hal berikut.
  1. Setiap makhluk hidup berasal dari telur : omne vivum ex ovo.
  2. Setiap telur berasal dari makhluk hidup : omne ovum ex vivo.
  3. Setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya : omne vivum ex vivo.

3. Teori Cosmozoic

Teori ini dikemukakan oleh Arhenius (1911), yang menyatakan bahwa makhluk hidup penghuni bumi berasal dari spora kehidupan yang berasal dari angkasa luar. Teori ini kurang diterima oleh masyarakat dengan alasan jika spora berasal dari angkasa luar, maka bila jatuh tidak akan sampai ke bumi karena akan ada bergesekan dengan atmosfer.

4. Teori Penciptaan (Special Creation)

Teori ini atau yang lebih di kenal dengan teori penciptaan khusus menyatakan bahwa kehidupan telah diciptakan oleh supranatural power (kekuatan supranatural) yaitu kekuatan Tuhan. Ilmuwan yang menjadi pengikut teori ini adalah Carolus Linnaeus.

5. Teori Evolusi Kimia

Tokoh pencetus teori ini yaitu Alexander Oparin dan Haldane. Menurut Oparin dan Haldane pada mulanya atmosfer bumi purba terdiri atas metana (CH4), amonia (NH3), uap air (H2O), dan gas hidrogen (H2). Dengan adanya energi alam (halilintar dan sinar kosmis) gas-gas itu berubah menjadi molekul organik sederhana jenis substansi asam amino.

Selama berjuta-juta tahun, senyawa organik itu terakumulasi di cekungan perairan membentuk premordial soup (campuran materi di lautan panas). Premodial soup lalu membentuk monomer. Monomer membentuk polimer. Lalu, polimer membentuk protobion (bentuk awal sel). Pendapat Alexander Oparin didukung oleh Harold Urey dan Stanley Miller. Stanley Miller dan Harold Urey melakukan percobaan untuk membuktikan kebenaran teori Oparin dan Haldane.

6. Tori Evolusi Biologi

Teori ini merupakan lanjutan dari teori evolusi kimia. Asam amino dari evolusi kimia akan bergabung membentuk makromolekul. Teori ini dibuktikan oleh Sidney W. Fox. Larutan yang mengandung monomer-monomer organik diteteskan ke pasir, batu, atau tanah yang panas sehingga mengalami polimerisasi, dan hasilnya dinamakan protenoid. Jika protenoid ini dicampur dengan air dingin maka akan terbentuk mikrosfer/koaservat. Koaservat ini memiliki sifat hidup dan memiliki membran selektif permeabel tetapi belum dikatakan hidup.

Menurut Oparin, koaservat ini memiliki selaput sel primitif dari lipid dan protein. Oleh karena itu koaservat ini dianggap sebagai sel primitif yang disebut protosel. Protosel ini akan membentuk sel awal sebagai permulaan dari organisme uniseluler.

    Post a Comment

    0 Comments