Memperbaiki Kalimat Tidak Efektif dengan Mudah

Dalam sebuah paragraf terdapat penggunaan kata dan kalimat. Kata dalam sebuah kalimat dikatakan salah jika penggunaannya tidak sesuai konteks kalimat. Sementara itu, kalimat dianggap salah jika kalimat tersebut tidak efektif. Syarat kalimat efektif yaitu logis, hemat, dan padu. Struktur kalimat baik harus mengandung unsur S-P (subjek-predikat). Kalimat efektif ditandai dengan kejelasan fungsi kata, kelogisan kalimat, penggunaan tepat kata ganti, dan keefisienan (penggunaan kata tidak mubazir).

Memperbaiki Kalimat Tidak Efektif dengan Mudah

Di dalam memperbaiki kalimat tidak efektif kita harus memperhatikan beberapa hal seperti, ketepatan dalam penulisan huruf, kata, lambang, bilangan, serta ketepatan penggunaan tanda baca. Ketepatan penggunaan kata-kata untuk mengungkapkan maksud sesuai situasi dan kondisi. Selain itu, keefektifan kalimat digunakan untuk mewakili sebuah gagasan atau perasaan penulis yang ingin disampaikan kepada pembaca. Untuk itu agar kita lebih mengetahui apa yang menyebabkan kalimat tidak efektif ? Serta bagaimana cara memperbaikinya dengan baik, lihat pada uraian berikut ini.

Penyebab Kalimat Tidak Efektif dan Cara Memperbaikinya.

Sebuah kalimat dikatakan tidak efektif karena sebab sebagai berikut.

1. Ketidaklengkapan unsur-unsur kalimat

Dalam kalimat minimal terdapat dua unsur, yaitu subjek dan predikat. Kalimat seharusnya mengandung unsur tertentu. Unsur tersebut tidak ada dalam kalimat, maka kalimat tersebut menjadi tidak efektif.

Contoh :
Dilengkapinya perpustakaan dengan koleksi buku remaja menjadikan para pengunjung perpustakaan sekolah bertambah.

Kalimat ini tidak efektif karena tidak menjelaskan siapa yang melengkapi perpustakaan. Artinya, kalimat ini tidak menyertakan pelaku atau subjek kalimat. Kalimat pembenarannya adalah Dilengkapinya perpustakaan dengan koleksi buku remaja oleh kepala sekolah menjadikan para pengunjung perpustakaan sekolah bertambah.

2. Ketepatan penempatan unsur-unsur dalam kalimat

Unsur-unsur dalam kalimat juga harus ditempatkan di tempat yang tepat. Jika unsur-unsur tersebut diletakkan tidak pada tempatnya, kalimat tersebut akan menjadi tidak efektif.

Contoh :
Petani sebelum ada kebijakan impor gula dari Pemerintah, tidak pernah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kalimat di atas tidak efektif karena salah peletakan kata petani. Kata petani seharusnya diletakkan di belakang tanda koma. Kalimat tersebut akan menjadi efektif jika Sebelum ada kebijakan impor gula dari Pemerintah, petani tidak pernah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

3. Penggunaan unsur-unsur kalimat yang berlebihan

Ketidakefektifan kalimat juga dapat dilihat dari penggunaan unsur kalimat berlebihan. Unsur berlebihan itu dapat berupa penggunaan kata sama artinya atau pemakaian kata tugas yang tidak perlu.

Contoh :
Para ibu-ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih.

Kalimat di atas tidak efektif karena pemakaian kata para dan ibu-ibu yang menunjukkan makna jamak. Kata berikutnya tidak perlu diulang. Pembenaran kalimat di atas adalah Para ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih atau Ibu-ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih.

4. Pilihan kata tidak tepat

Ketidakefektifan sebuah kalimat juga disebabkan oleh pilihan kata tidak tepat. Kesalahan ini dapat dipengaruhi oleh bahasa sehari-hari atau pengaruh bahasa asing. Selain itu, ketidakpahaman terhadap arti sebuah kata menyebabkan penggunaan kata tersebut tidak tepat.

Contoh : 
Kepada yang pernah ke gunung ini pasti akan merasakan betapa dingin udara di sini.

Kalimat di atas tidak efektif karena terdapat ketidakcocokan antara kata pernah dan akan. Kata pernah menunjukkan sudah dilakukan, bertentangan dengan kata akan atau belum dialami. Seharusnya kata akan diganti dengan sudah. Kata depan kepada juga sebaiknya dihilangkan. Jika dibenarkan, kalimat di atas akan menjadi Mereka yang pernah ke gunung ini pasti sudah merasakan betapa dingin udara di sini.

5. Tidak logis

Kelogisan sebuah kalimat perlu diperhatikan. Kalimat yang maknanya tidak logis akan menjadi tidak efektif.

Contoh : 
Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, selesailah karya tulis ini.

Kalimat di atas tidak logis karena tidak mungkin hanya mengucapkan syukur saja dalam penulisan karya tulis dapat selesai. Kalimat tersebut menjadi logis jika penulisannya sebagai berikut.

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kami dapat menyelesaikan karya tulis ini.

Post a Comment

0 Comments