Langkah-langkah menulis karya ilmiah yang baik

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil dari sebuah penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan tersebut. Salah satu ciri karya ilmiah adalah bersifat objektif. Objektivitas suatu karya ilmiah, antara lain, ditandai oleh pilihan kata yang bersifat impresional. Hal ini berbeda dengan teks lain bersifat nonilmiah, semacam novel ataupun cerpen yang pengarangannya bisa ber-aku, kamu, dan dia. Kata ganti dalam karya ilmiah harus bersifat umum, misalnya penulis atau peneliti.

Langkah-langkah menulis karya ilmiah yang baik

Karya ilmiah memerlukan kelugasan dalam pembahasannya. Karya ilmiah menghindari penggunaan kata dan kalimat yang bermakna ganda. Karya ilmiah mensyaratkan ragam yang memberikan keajegan dan kepastian makna. Dengan kata lain, bahasa yang digunakan itu harus reproduktif. Artinya, apabila penulis menyampaikan informasi, misalnya yang bermakna-Y, pembacanya pun harus memahami informasi itu dengan makna Y pula. Informasi Y yang dibaca harus merupakan reproduksi yang benar-benar sama dari informasi Y yang ditulis.

Ragam bahasa yang digunakan karya ilmiah harus lugas dan bermakna denotatif. Makna yang terkandung dalam kata-katanya harus diungkapkan secara eksplisit untuk mencegah timbulnya pemberian makna yang lain. Untuk itu, dalam karya ilmiah kita sering mendapatkan definisi atau batasan dari makna kata-kata atau istilah-istilah yang digunakan. Misalnya, jika dalam karya itu digunakan kata seperti frasa atau klausa, maka penulis itu harus terlebih dahulu menjelaskan arti kedua kata itu sebelum ia melakukan pembahasan yang lebih jauh. Hal tersebut penting dilakukan untuk menyamankan presepsi antara penulis dengan pembaca atau untuk menghindari timbulnya pemaknaan lain oleh pembaca terhadap maksud kedua kata itu.

Makna denotasi adalah makna kata yang tidak mengalami perubahan, sesuai dengan konsep awalnya. Makna denotasi disebut juga makna lugas. Kata itu tidak mengalami penambahan-penambahan makna. Adapun konotasi makna yang telah mengalami penambahan. Tambahan tersebut berdasarkan perasaan atau pikiran seorang terhadap suatu hal. Dalam menulis sebuah karya ilmiah Anda harus mengetahui bagaimana langkah-langkah penulisan yang baik. Untuk itu, lihat pada uraian berikut ini.

Langkah-langkah menulis karya ilmiah yang baik

Untuk menulis karya ilmiah yang baik, langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut.

1. Menentukan topik

Langkah awal menulis sebuah karya ilmiah adalah menentukan topik. Langkah awal itu lebih tepatnya disebut sebagai penentuan masalah apabila karya ilmiah yang akan ditulis itu berupa laporan hasil penelitian. Baik itu berupa topik ataupun rumusan masalah, hal-hal yang harus diperhatikan pada langkah ini adalah topik/masalah itu haruslah:
  1. Menarik perhatian penulis
  2. Dikuasai penulis
  3. Menarik dan aktual
  4. Ruang lingkupnya terbatas

2. Membuat kerangka tulisan

Langkah ini penting dilakukan untuk menjadikan tulisan tersusun secara lebih sistematis. Langkah ini juga sangat membantu penulusuran sumber-sumber yang diperlukan di dalam pengembangannya.

3. Mengumpulkan bahan

Langkah ini sangat penting di dalam menyusun sebuah karya ilmiah. Berbeda dengan menulis fiksi yang bisa saja berdasarkan imajinasi, karya ilmiah tidaklah demikian. Agar tulisan itu tidak kering, kita memerlukan sejumlah teori dan data yang mendukung terhadap topik itu. Bahan-bahan yang dimaksud dapat bersumber dari buku, jurnal ilmiah, surat kabar, internet, dan sumber-sumber angket, dan teknik-teknik pengumpulan data lainnya.

4. Pengembangan kerangka menjadi teks yang utuh dan lengkap

Kerangka yang telah dibuat, kita kembangkan berdasarkan teori dan data yang telah dipersiapkan sebelumnya. Langkah pengembangan tersebut harus pula memperhatikan kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku pada penulisan karya ilmiah.

Format kerangka karya tulis secara umum meliputi pendahuluan, pembahasan, dan penutup yang disertai kesimpulan serta saran.
  • Bagian pendahuluan, biasanya memuat latar belakang masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, rumusan masalah, indentifikasi masalah, dan landasan teori.
  • Bagian pembahasan, memuat gagasan-gagasan permasalahan yang hendak disampaikan. Dikemukakan pula masalah temuan-temuan dan analisis terhadap data-data yang telah dikumpulkan .
  • Bagian penutup, memuat secara singkat masalah-masalah penting dari pembahasan sebelumnya. Disertakan pula saran-saran dari penulis yang merupakan tindak lanjut dari penelitian tersebut.

Selain hal tersebut, masih pula ditambah daftar pustaka, kata pengantar, dan daftar isi.

Post a Comment

0 Comments