Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Pada saat ini, kita hidup di era modern dimana ilmu pengetahuan dan teknologi sudah sangat berkembang pesat dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut mencakup banyak bidang seperti ekonomi, sosial, transportasi, kesehatan, pendidikan, kebudayaan, lingkungan, dan komunikasi. Perkembangan tersebut seharusnya dapat membuat masyarakat Indonesia semakin maju. Tetapi pada kenyataannya, tidak semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh baik kepada masyarakat. Oleh sebab itu, setiap individu harus bersikap selektif dalam menghadapi perkembangan IPTEK.

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

IPTEK adalah akronim dari ilmu pengetahuan dan teknologi, dimana dari akronim tersebut mempunyai artinya sendiri, baik ilmu, pengetahuan, maupun teknologi. Jadi ilmu pengetahuan dan teknologi saling mempunyai hubungan. Jika tidak ada ilmu pengetahuan, teknologi tidak ada. Perkembangan iptek di dunia juga sejalan dengan laju peradaban manusia. Seiring dengan berkembangnya zaman iptek yang pada awalnya adalah suatu kebudayaan manusia berkembang menjadi sesuatu alat untuk membantu aktivitas manusia. Manusia yang selalu ingin berkarya menyebabkan manusia berlomba-lomba dalam penciptaan iptek sehingga lupa dengan perubahan yang diakibtkan dari iptek itu sendiri. Dengan demikian perkembangan iptek sudah dimulai pada zaman purba dan perkembangannya sampai sekarang.

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

1. Zaman Purba

Di kenal dengan zaman batu, zaman batu adalah masa zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu (karena tidak memiliki teknologi yang lebih baik). Kayu, tulang dan bahan lain juga digunakan, dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata. Istilah ini berasal dari sistem 3 zaman. Zaman batu sekarang dipilah lagi menjadi masa paleolitikum, mesolitikum, megalitikum dan neolitikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih jauh. Ciri ilmu yang dikembangkan adalah kemampuan mengamati, membedakan, memilih, dan melakukan percobaan. Hasil dari periode ini adalah pembuatan alat-alat bantu.

2. Zaman Yunani (600-200 SM)

Antara masa 600 SM hingga 200 SM sejarah mencatat adanya kemajuan berpikir manusia dalam lapangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpusat di Yunani. Pada waktu itu terjadi perubahan besar pada cara berpikir umat manusia. Manusia mulai berpikir dan berusaha mengungkap kabut rahasia alam dan tersusunlah ilmu serta teknologi.

Sementara itu, Pythagoras (580-500 SM) seorang ahli filsafat berhasil menemukan berbagai ilmu dasar. Dia telah menemukan hukum atau dalil pythagoras. Penemuan pythagoras ini mendasari ilmu matematika. Sedangkan Sokrates (470-399 SM) melalui percakapan atau dialog dengan murid-muridnya telah meletakkan metode berpikir. Sokrates merumuskan suatu perkataan atau pengertian, mengadakan analisa sosial dengan diskusi dan memantapkan suatu norma dalam bidang etika. Dan masih banyak pemikir-pemikir Yunani yang berjasa dimasanya seperti Plato (427-347 SM, Aristoteles (384-322 SM), dan lainnya.

3. Zaman Pertengahan (31 SM-628 M)

Zaman ini sering disebut zaman kegelapan karena ilmu pengetahuan terhenti di Eropa. Agama Kristen mulai berkembang dan mendominasi kehidupan masyarakat Eropa.

Ptolemeus (+200 M) menyusun peta bumi sebagaimana dikenal pada zamannya itu dengan mencantumkan 5000 tempat berdasarkan koordinat-koordinat yang hingga sekarang masih berlaku. Pada zaman pertengahan oleh para ilmuwan sering dinamakan Abad Kegelapan. Hal ini disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak zaman Yunani-Romawi menjadi terhenti di Eropa. Pada waktu itu agama Kristen berkembang di Eropa. Kekuasaan gereja begitu dominan dan sangat menentukan kehidupan di Eropa. Semua kehidupan harus diatur dengan doktrin gereja atau hukum dari ketentuan Tuhan. Gereja tidak memberikan kebebasan berpikir. Hal ini telah menyebabkan kemunduran bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, perkembangan kekuasaan islam di timur (Asia Barat) telah membawa perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia islam mulai menonjol terutama setelah terjadi masa penerjemahan yang terjadi pada tahun 750-850 di masa kekhalifahan Abasiyah.

Pada watu itu cendekiawan muslim dan cendekiawan Barat melakukan penerjemahan karya-karya klasik dari Yunani, Romawi Kuno, dan Persia. Setelah dipadu dengan pemahaman terhadap Al Quran telah melahirkan pemikiran-pemikiran baru dalam bidang ilmu pengetahuan. Para cendekiawan itu juga melakukan penyelidikan. Fase ini mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di masa-masa berikutnya.

4. Zaman Modern (658 M sampai sekarang)

Perkembangan ilmu pengetahuan di zaman modern didorong atau diawali dengan berkembangnya zaman Renaissans. Masa ini merupakan fase lahir dan berkembanganya kembali budaya Yunani-Romawi Kuno. Perkembangan Renaissance tidak terlepas dari fase sebelumnya yakni, perkembangan ilmu pengetahuan pada masa penerjemahan di masa islam.

Zaman modern diawali dengan zaman Renaissance (fase kebangkitan kembali iptek di Eropa). Orang mulai mengandalkan kekuatan rasio (akal), dan meninggalkan dogma-dogma agama. Ilmuwan zaman modern yang sangat terkenal dan sempat menjadi nomor satu se-dunia, ialah Wiliam Henry Gates atau dikenal dengan Bill Gates, pemilik microsoft corporation bersama sahabatnya Paul Allen.

Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan seolah-olah tidak dapat dikendalikan oleh manusia, mengingat begitu cepat kemajuannya. Aplikasi ilmu pengetahuan yang mengembangkan teknologi pun semakin berkembang. Pada abad ke-20, perkembangan iptek semakin menakjubkan. Dari zaman atom dan nuklir, berkembang pula teknologi informasi, komunikasi, telekomunikasi, dan kini kita kenal zaman komputer dan internet.

Post a Comment

0 Comments