Pengertian Warga Negara Indonesia

Di dalam suatu negara, biasanya dibedakan antara orang asing dan warga negara. Orang asing adalah orang diluar warga negara. Orang asing yang berada di wilayah suatu negara dilindungi oleh hukum internasional. Jadi dimanapun ia berada berhak mendapatkan perlindungan dari negara yang bersangkutan. Pada dasarnya orang asing mendapat perlakuan yang sama. Perbedaan keduanya terletak pada perbedaan beberapa hak seperti hak politik untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan umum yang hanya dimiliki oleh warga negara, tidak oleh orang asing, begitu juga hak untuk diangkat menjadi pejabat negara.

Pengertian Warga Negara Indonesia

Status kewarganegaraan dalam suatu negara biasanya terkait dengan dua asas, yaitu "Ius Sanguinis" (asas keturunan) dan asas "Ius Soli" (asas tempat kelahiran). Lazimnya kedua asas tersebut sama-sama dipakai dalam kewarganegaraan suatu negara. Secara khusus di Indonesia, menurut UU No. 62 Tahun 1958 disebutkan bahwa, " Warga negara Republik Indonesia adalah orang yang berdasarkan perundang-undangan dan atau perjanjian atau peraturan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah menjadi warga negara Republik Indonesia".

Warga negara mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu organisasi perkumpulan. Warga negara artinya warga atau anggota dari suatu negara. Jadi, warga negara secara sederhana diartikan sebagai anggota dari suatu negara. Warga negara dari suatu negara berarti anggota dari negara itu yang merupakan pendukung dan penanggung jawab terhadap kemajuan dan kemunduran suatu negara. Oleh sebab itu seseorang menjadi anggota atau suatu warga negara haruslah ditentukan oleh undang-undang yang dibuat oleh negara tersebut.

Warga negara adalah penduduk suatu negara yang berdasarkan hukum mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai anggota suatu negara. Selanjutnya, penduduk adalah seluruh penghuni negara, baik orang Indonesia maupun orang asing yang dalam jangka waktu tertentu, atau sesuai peraturan perundang-undangan bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia.

Warga negara dan penduduk Indonesia diataur dalam UUD 1945 Pasal 26 Ayat (1), (2), (3) sebagai berikut.

Ayat (1): Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
Ayat (2): Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.
Ayat (3): Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang.

Warga Negara Menurut Pasal 26 Ayat (1)-(3) UUD NRI Tahun 1945

Berdasarkan Pasal 26 Ayat  (1), (2), (3)  UUD NRI tahun 1945 di atas, orang yang dapat menjadi warga negara Indonesia sebagai berikut.

a). Orang-orang bangsa Indonesia asli.
b). Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara. Berdasarkan Pasal 26 Ayat (2) UUD NRI Tahun 1945, penduduk negara Indonesia terdiri atas dua, yaitu warga negara dan orang asing. Ketentuan ini merupakan hal baru dan sebagai hasil amendemen atas UUD NRI Tahun 1945. Sebelumnya, penduduk Indonesia berdasarkan Indische Staatregeling 1927 Pasal 163, dibagi menjadi tiga, yaitu:

Golongan Eropa, terdiri atas:
  • Bangsa Belanda,
  • Bukan bangsa Belanda tetapi dari Eropa,
  • Orang bangsa lain yang hukum keluarganya sama dengan golongan Eropa.
 Golongan Timur Asing, terdiri atas:
  • Golongan Tionghoa,
  • Golongan Timur Asing bukan Cina.
 Golongan Bumiputra atau Pribumi, terdiri atas:
  • Orang Indonesia asli dan keturunannya,
  • Orang lain yang menyesuaikan diri dengan pertama.

Warga Negara Menurut Pasal 4 UU Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2006

Selain Pasal 26 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dalam Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, yang dimaksud warga negara Indonesia sebagai berikut.
  1. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum undang-undang ini berlaku sudah menjadi warga negara Indonesia.
  2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu warga negara Indonesia.
  3. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara Indonesia dan ibu warga negara asing.
  4. Anak yang lahir daru perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu warga negara Indonesia.
  5. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
  6. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya warga negara Indonesia.
  7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara Indonesia.
  8. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah warga negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin.
  9. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
  10. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.
  11. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.
  12. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu warga negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.
  13. Anak dari seorang ayah atau ibu yang tekah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyertakan janji setia.

Uraian di atas merupaka ulasan mengenai apa maksud dari warga negara itu sendiri. Jadi, dengan begitu Anda bisa memahami siapa saja yang bisa disebut warga negara atau tidak. Demikian semoga uraian ini bermanfaat bagi Anda semua.

Post a Comment

0 Comments