Pengertian Hak dan Kewajiban Serta Macam-Macamnya

Setiap orang mempunyai hak yang harus terpenuhi, Hak merupakan sesuatu yang harus diterima atau kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Artinya, manusia memiliki wewenang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan dan kepentingannya.

Pengertian Hak dan Kewajiban Serta Macam-Macamnya

Dengan hak yang dimilikinya ia berwenang melakukan sesuatu atau memanfaatkan apa yang dimilikinya. Namun, harus ingat bahwa wewenang itu sendiri dibatasi oleh peraturan yang berlaku. Selain mempunyai hak, kita juga memiliki kewajiban sebagai pembimbing agar kita menghargai sesama. Berikut ini Anda bisa mengetahui beberapa pengertian hak dan kewajiban menurut para ahli.

Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut Para Ahli

1. Notonegoro

Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat untuk ihak lain maupun juga pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. Kewajiban berasal dari kata wajib. Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan.

2. Koerniatmanto

Hak dan kewajiban warga negara, yang lebih menekankan pada aspek keanggotaan. Dimana warga negara adalah anggota suatu negara, dan sebagai anggota suatu negara, seorang warga negara tentu mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negara.

3. Srijanti

Hak merupakan unsur normatif yang berfungsi sebagai pedoman berperilaku, melindungi kekebalan dan kebebasan, serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya. Kewajiban berasal dari kata wajib. Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu olah ihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa hak adalah kewenangan untuk bertindak atau melakukan sesuatu, kewenangan bertindak tersebut bisa dimiliki seorang karena berbagai sebab. Sedangkan, kewajiban berarti sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Macam-Macam Hak dan Kewajiban

Hak dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Berikut macam-macam hak menurut para ahli.

a). Soerjono Soekanto

Hak dibedakan menjadi dua, yaitu hak searah, dan hak jamak arah.

a). Hak searah atau relatif, muncul dalam hukum perikatan atau perjanjian. Misal hak menagih atau melunasi prestasi.
b). Hak jamak arah atau absolut, terdiri atas:
  • Hak dalam HTN (Hukum Tata Negara) pada penguasa menagih pajak, pada warga hak asasi
  • Hak kepribadian, hak atas kehidupan, hak tubuh, hak kehormatan dan kebebasan
  • Hak kekeluargaan, hak suami istri, hak orang tua, hak anak
  • Hak atas objek imaterial, hak cipta, merek dan paten.

b). Sudikno

Secara garis besar hak dibagi dalam 2 (dua) macam golongan, yaitu hak absolut dan hak relatif.
  • Hak Absolut (absolute rechten, onpersoonlijke rechten)
    Hak absolut adalah hubungan hukum antara subjek hukum dengan objek hukum yang menimbulkan kewajiban pada setiap orang lain untuk menghormati hubungan hukum itu. Hak absolute memberi wewenang bagi pemegangnya untuk berbuat atau tidak berbuat, yang pada dasarnya dapat dilaksanakan terhadap siapa saja dan melibatkan setiap orang. Isi hak absolut ini ditentukan oleh kewenangan pemegang hak. Kalau ada hak absolut pada seseorang maka kewajiban bagi setiap orang lain untuk menghormati dan menanggungnya. Pada hak absolut pihak ketiga berkepentingan untuk mengetahui eksitensinya sehingga memerlukan publisitas. Hak absolut terdiri dari hak absolut yang kebendaan dan hak absolut yang tidak bersifat kebendaan. Hak absolut yang bersifat kebendaan meliputi hak kenikmatan (hak milik, hak guna bangunan dan sebagainya) dan hak jaminan.
  • Hak Relatif (nibsi, relative rechten, persoonlijke rechten)
    Hak relatif adalah hubungan subjek hukum dengan subjek hukum tertentu lain dengan perantaraan benda yang menimbulkan kewajiban pada subjek hukum lain tersebut. Selain itu, hak relatif dapat juga diartikan sebagai hak yang berisi wewenang untuk menuntut hak yang hanya dimiliki seseorang terhadap orang-orang tertentu. Hak relatif ini tidak berlaku bagi mereka yang tidak terlibat dalam perikatan tertentu, jadi hanya berlaku bagi mereka yang mengadakan perjanjian. Hak relatif ini berhadapan dengan kewajiban seseorang tertentu. Antara kedua pihak terjadi hubungan hukum yang menyebabkan pihak yang satu berkas atas suatu prestasi dan yang lain wajib memenuhi prestasi.

c). Menurut Curzon

Hak dikelompokan menjadi lima sebagai berikut.
  1. Hak sempurna, misal dapat dilaksanakan dan dipaksakan melalui hukum, dan hak tidak sempurna, misal hak yang dibatasi oleh kadaluwarsa.
  2. Hak utama, hak yang diperluas oleh hak-hak lain, hak tambahan, melengkapi hak utama.
  3. Hak publik, ada pada masyarakat, negara dan perdata, ada pada seseorang.
  4. Hak positif, menuntut dilakukannya perbuatan, hak negatif agar tidak melakukan.
  5. Hak milik, berkaitan dengan barang dan hak pribadi berkaitan dengan kedudukan seseorang.

Kewajiban dikelompokan menjadi 5 sebagai berikut.
  1. Kewajiban mutlak, tertuju kepada diri sendiri maka tidak berpasangan dengan hak dan nibsi melibatkan hak dilain pihak.
  2. Kewajiban publik, dalam hukum publik yang berkolerasi dengan hak publik ialah wajib mematuhi hak publik dan berkewajiban perdata timbul dari perjanjian berkolerasi dengan hak perdata.
  3. Kewajiban positif, menghendaki dilakukan sesuatu dan kewajiban negatif, tidak melakukan sesuatu.
  4. Kewajiban universal atau umum, ditujukan kepada semua warga negara atau secara umum, ditujukan kepada golongan tertentu dan kewajiban khusus, timbul dari bidang hukum tertentu, perjanjian.
  5. Kewajiban primer, tidak timbul dari perbuatan melawan hukum, misal kewajiban untuk tidak mencemarkan nama baik dan kewajiban yang bersifat memberi saksi, timbul dari perbuatan melawan hukum misal membayar kerugian dalam hukum perdata.
  6. Kewaiban adalah suatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu yang harus dilakukan).

Sikap mengembangkan keseimbangan antara hak dan kewajiban telah menjadi pola kehidupan masyarakat bangsa kita. Tiap warga masyarakat, menyadari kewajibannya dalam kegiatan hidup bermasyarakat, dan mengetahui hak-haknya yang dapat diperoleh serta dinikmati dari masyarakat. Pengetahuan, kesadaran, dan sikap mengembangkan keseimbangan antara hak dan kewajiban akan menciptakan keserasian keselarasan hidup bersama menuju terciptanya keadilan sosial. Unsur keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam rangka usaha menciptakan keserasian dan kesejahteraan hidup bersama secara adil. Manusia indonesia sadar akan kewajiban menghormati orang lain.

Hak dan kewajiban memang harus dilaksanakan secara seimbang. Jika seseorang mau menerima hak tanpa menjalankan kewajiban, maka orang tersebut telah melakukan pengingkaran kewajiban. Pengingkaran kewajiban dapat diartikan sebagai tidak mau menepati apa yang seharusnya dilakukan. Apabila seseorang menginginkan orang lain untuk melakukan kewajiban tanpa memberikan hak, maka orang tersebut telah melakukan pelanggaran hak. Pelanggaran hak adalah setiap perbuatan seorang atau sekelompok orang yang disengaja atau tidak sengaja yang secara melawan hukum membatasi hak seorang atau sekelompok orang yang dijamin dengan undang-undang.

Post a Comment

0 Comments