Fase Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Setiap makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Salah satunya tumbuhan merupakan bagian dari makhluk hidup yang ada dimuka bumi ini. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan? Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran tubuh makhluk hidup karena pertambahan jumlah sel dan pembesarab sel-sel tubuh yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik). Pertumbuhan yang terjadi pada tumbuhan ini dapat juga dikatakan tidak terbatas pada usia asalkan kebutuhannya selalu terpenuhi.

Fase Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Nah, sedangkan perkembangan adalah proses perubahan bentuk menuju kedewasaan pada makhluk hidup. Pada tumbuhan bisa Anda amati pada waktu tertentu seperti berbunga, berbuah yang merupakan salah satu contoh dimana tumbuhan mengalami perkembangan. Namun, apa saja fase pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan? Untuk itu Anda dapat menyimak uraian di bawah ini mengenai fase pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tumbuhan di sekitar kita.

Fase Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan    

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan terjadi melalui beberapa fase, yaitu:

Perkecambahan

Perkecambahan adalah proses perubahan fisiologis biji dari bentuk dorman ke bentuk semai setelah melalui perkembangan sedemikian rupa, ditandai dengan pembentukan radikula, kaulikulus dan plumula. 
 
Syarat terjadinya perkecambahan adalah berakhirnya masa dormansi biji. Dormansi biji merupakan suatu kondisi biji yang masih hidup tetapi tidak aktif, berada dalam kondisi kering ( kelembapannya kurang ) dan tidak dapat (gagal ) berkecambah seslama periode waktu tertentu karena faktor internal biji.

Berdasarkan posisi kotiledonnya, perkecambahan dikelompokkan menjadi perkecambahan epigeal dan perkecambahan hipogeal.
    1. Perkecambahan epigeal 
      Disebut perkecambahan epigeal jika hipokotil tumbuh memanjang yang mengakibatkan kotiledon dan plumula sampai keluar ke permukaan tanah, sehingga kotiledon terdapat di atas tanah. Kacang tanah dan kacang hijau merupakan tumbuhan yang mengalami tipe perkecambahan epigeal. 
    2. Perkecambahan hipogeal 
      Perkecambahan hipogeal memperlihatkan terjadinya pertumbuhan memanjang dari epikotil sehingga menyebabkan plumula keluar dan menembus pada kulit bijinya yang nantinya akan muncul di atas tanah, sedangkan kotiledonnya masih tetap berada di dalam tanah. Contoh perkecambahan ini terjadi pada kacang kapri.

    Pertumbuhan Primer

    Pertumbuhan primer dapat menyebabkan tumbuhan bertambah tinggi atau panjang dan hal itu terjadi pada semua tumbuhan. Jaringan khusus yang mengalami pertumbuhan dengan cara pembelahan dan pembesaran sel, disebut meristem.

    Pertumbuhan primer diawali oleh pembelahan sel sel meristem apikal, yaitu sel sel meristem yang terdapat pada ujung batang. Pada ujung akar terdapat tiga daerah pertumbuhan, yaitu: Pertama daerah pembelahan sel, daerah ini terdapat di bagian ujung. Sel-sel pada daerah ini aktif membelah dan sifatnya tetap meristematik. Kedua, daerah pemanjangan sel terdapat di belakang daerah pembelahan, merupakan daerah yang tiap selnya memiliki aktivitas untuk membesar dan memanjang. Ketiga, daerah diferensiasi sel, setelah sel-selnya membelah dan memanjang maka sel-selnya akan terdiferensiasi menjadi sel yang memiliki struktur dan fungsi yang khusus. Daerah ini disebut sebagai daerah diferensiasi. Kemudian sel-sel di belakang titik tumbuh akan membentang dan terdiferensiasi menjadi jaringan-jaringan akar, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat.

    Sementara itu, pada ujung batang juga terdapat daerah pembelahan (meristematik), daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi. Pada daerah pemanjangan, sel-selnya akan tumbuh membesar dan memanjang serta jaringan pembuluh sudah mulai tampak. Pada daerah diferensiasi akan membentuk beberapa jaringan yaitu epidermis, korteks, dan silinder pusat.

    Pertumbuhan sekunder

    Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh aktivitas meristem lateral. Meristem lateral ini berupa kambium vaskuler (biasa disebut kambium saja) dan kambium gabus. Proses pertumbuhan sekunder dimulai dari aktivitas kambium vaskuler. Sel-sel kambium vaskuler terletak antara xilem dan floem. Sel-sel kambium vaskuler melakukan pembelahan ke arah luar membentuk floem sekunder, dan ke arah dalam membentuk xilem sekunder. Pembelahan sel-sel kambium vaskuler menghasilkan pertambahan diameter batang.

    Lingkungan mempengaruhi aktivitas kambium. Pada musim kemarau, kambium tidak aktif. Walaupun aktif, kambium hanya akan membentuk sel-sel xilem berdiameter sempit. Ketika air dalam jumlah yang banyak, kambium akan membentuk sel-sel xilem dengan diameter besar. Perbedaan ukuran diameter ini akan menyebabkan terbentuknya lingkaran-lingkaran pada penampang melintang batang. Lingkaran tersebut dinamakan lingkaran tahun. Lingkaran tahun dapat digunakan untuk menentukan umur suatu pohon dengan melihat jumlah lingkaran tahunnya.

    Aktivitas kambium yang membentuk jaringan xilem dan floem lebih cepat dari pertumbuhan kulit, sehingga akan mengakibatkan jaringan kulit paling luar seperti epidermis dan korteks menjadi rusak atau pecah-pecah. Untuk mencegah terjadinya kerusakan kulit terluarnya lebih lanjut, maka jaringan yang berada di sebelah dalam kulit membentuk jaringan pelindung kerusakan berupa kambium gabus atau felogen. Felogen membentuk jaringan yang tumbuh ke arah dalam disebut feloderm yang sel-selnya hidup, sedangkan jaringan yang tumbuh ke arah luar disebut felem yang sel-selnya mati.

    Pada jaringan gabus terdapat celah-celah gabus yang merupakan penghubung antara lingkungan luar dan lingkungan dalam sel tumbuhan yang disebut lentisel. Lentisel berfungsi sebagai pintu masuknya udara dan air ke dalam sel-sel tumbuhan.   

    Uraian di atas merupakan ulasan mengenai fase pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tumbuhan. Dengan mengetahuinya diharapkan Anda semakin memahami akan bagaimana proses yang terjadi pada makhluk hidup disekitar kita. Demikian semoga uraian ini bermanfaat bagi Anda semua.

    Post a Comment

    0 Comments