Faktor Penyebab Terjadinya Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban

Hak dan kewajiban merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan, namun sering terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Pelaksanaan hak sendiri biasanya lebih didahulukan daripada kewajiban. Jika keseimbangan antara hak dan kewajiban tidak ada akan mengakibatkan terjadinya kesenjangan sosial yang berkepanjangan.

Faktor Penyebab Terjadinya Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban

Pelaksanaan hak dan kewajiban yang tidak seimbang, berimbang dan berat sebelah menimbulkan pertikaian, konflik, permusuhan, dan kekerasan. Nyatanya, di dalam pelaksanaan hak dan kewajiban negara terhadap hak-hak dasar warga negara tidak selalu berjalan dengan mulus. Masih sering kita temui pelanggaran yang terjadi, terlebih di dalam pelaksanaan kewajiban negara terhadap pelaksanaan hak-hak dasar warga negara.

Pelanggaran hak warga negara adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak di sengaja atau kelainan yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi seseorang atau kelompok orang atau tidak memberikan apa yang menjadi hak warga negara yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.

Sementara itu, pengingkaran kewajiban warga negara merupakan proses, cara, atau perbuatan mengingkari. Pengingkaran juga dapat diartikan sebagai pelanggaran. Sehingga pengingkaran kewajiban warga negara merupakan pelanggaran warga negara terhadap kewajiban-kewajiban yang ditentukan pemerintah. Pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban tidak terjadi dengan sendirinya. Hal tersebut dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut.

Faktor Penyebab Terjadinya Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban

1. Sikap egois

Sikap egois dapat memicu terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. Contohnya, pengendara mobil yang memacu kendaraannya di atas batas yang sudah ditentukan sehingga pengguna jalan lain merasa terganggu. Tindakan tersebut dipicu oleh rasa egois pengendara mobil yang menggunakan jalan sesuka hatinya. Padahal, jalan merupakan fasilitas umum. Setiap orang berhak menggunakannya.

2. Rendahnya kesadaran terhadap peraturan

Rendahnya kesadaran warga negara terhadap peraturan dapat memicu terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban. Ketidakpatuhan terhadapa peraturan dapat memicu kerugian diri sendiri maupun orang lain. Contohnya, pedagang asongan berjualan di lampu merah. Terkadang mereka tahu adanya peraturan, tetapi mereka tidak mengindahkan peraturan tersebut di dasarkan atas pemenuhan kebutuhan hidup.

3. Sikap tidak toleran 

Sikap tidak toleran adalah sebuah sikap tidak menghargai kebiasaan, kelakuan, atau kepercayaan yang berbeda dengan diri sendiri. Contohnya, sikap tidak toleran kepada sesama umat beragama dapat memicu terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban. Orang yang sedang beribadah mempunyai hak mendapatkan ketenangan, sedangkan orang lain berkewajiban tidak mengganggunya. Apabila satu sama lain bersikap tidak toleran, akan menimbulkan konflik antarumat beragama.

4. Penyalahgunaan kekuasaan

Penyalahgunaan kekuasaan dapat dilakukan pemerintah selaku pemegang otoritas kekuasaan. Pemerintah kadang mengabaikan kepentingan publik demi kepentingan sebagi golongan. Contohnya, para pejabat melakukan korupsi. Mereka telah menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan dirinya sendiri dan mengabaikan hak rakyat.

Dari uraian tersebut Anda telah mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban. Untuk itu diharakan Anda bisa memahami dengan baik apa arti uraian tersebut dan tidak melakukan sebuah pelanggaran atau penggingkaran terhadap negara. Dengan begitu negara akan semakin aman, damai, dan tentram. Demikian semoga uraian ini bermanfaat bagi Anda semua.

Post a Comment

0 Comments