Cara Budidaya Unggas Petelur dengan Mudah

Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia. Pemenuhan kebutuhan pangan dapat dilakukan dengan cara memproduksi pangan sendiri melalui kegiatan budidaya. Kegiatan budidaya di bidang peternakan telah membuka peluang berwirausaha. Peluang wirausaha di bidang budidaya unggas petelur sangat besar karena telur adalah pangan pokok sebagai sumber utama protein dan lemak hewani bagi masyarakat. Agar dapat melakukan wirausaha di bidang usaha ternak ayam petelur, maka terlebih dahulu harus mengenal teknik budidaya unggas petelur.

Cara Budidaya Unggas Petelur dengan Mudah

Apa yang dimaksud dengan budidaya? Budidaya merupakan tindakan mengelola sumber daya nabati untuk diambil hasilnya. Budidaya juga diartikan sebagai usaha memelihara tanaman atau ternak mulai dari menyiapkan benih atau bibit untuk dipanen hasilnya. Budidaya ternak adalah salah satu usaha untuk mendapatkan hasil dari peternakan. Salah satu budidaya ternak adalah telur.

Telur merupakan makanan yang populer di masyarakat umumnya. Karena telur sangat dibutuhkan untuk membuat berbagai aneka kuliner makanan dan kue yang enak. Peluang usaha di bidang budidaya unggas petelur sangat menjanjikan. Hal ini karena telur bergizi tinggi, mudah diolah menjadi berbagai masakan. Sebagai salah satu sumber protein hewani, telur mengandung hampir semua zat makanan dibandingkan sumber hewani lainnya sehingga banyak disukai oleh masyarakat. Agar dapat menjalankan usaha dibidang ini, maka perlu memahami teknik budidaya unggas petelur.

Selanjutnya yang juga harus diperhatikan, yaitu mengenai pemasaran produk. Pelajari produk sejenis yang sudah ada di pasar. Buat produk budidaya yang lebih baik daripada yang sudah ada di pasaran. Cermati kelemahan yang dimiliki kompetitor. Perlu Anda perhatikan bahwa produk budidaya unggas petelur berfungsi sebagai pangan. Dalam proses yang dilakukan harus mengacu pada cara budidaya ternak yang baik sehingga dapat menghasilkan pangan yang sehat dan higienis.

Cara Budidaya Unggas Petelur dengan Mudah

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk berbudidaya unggas petelur, diantaranya:

Kandang dengan kondisi baik

Kandang adalah kebutuhan utama dalam usaha budidaya ternak unggas. Kandang berguna untuk menjaga agar unggas peliharaan tidak berkeliaran, memudahkan pemeliharaan, seperti pemberian pakan dan obat obatan, serta memudahkan pemanenan atau pengumpulan hasil perternakan. Selain itu kandang juga berfungsi untuk memperoleh hasil panen yang berkualitas.

kandang yang umum digunakan pada budidaya unggas petelur adalah kandang sangkar yang dimodikifasi menjadi kandang battery. Keuntungan kandang battery, yaitu sebagai berikut.
  1. Memudahkan mengambil dan mengumpulkan telur
  2. Menghindarkan kerusakan telur oleh unggas
  3. Memperoleh telur yang bersih dari kotoran unggas
  4. Menghindari kanibalisme antar unggas 

Di Indonesia, peternak banyak yang menggunakan kandang dengan sistem litter, yaitu menggunakan sekam padi. Syarat bahan yang digunakan sebagai litter antara lain, mampu menyerap air, ringan (low density), murah, aman ( tidak beracun ), mudah di dapat, dan selalu tersedia. Contohnya jerami, kulit kacang, serbuk gergaji, potongan kertas bekas, pasir, dan serutan kayu.

Litter atau alas kandang pada dasarnya memiliki beberapa fungsi, diantaranya sebagai berikut.
  1. Membatasi kontak langsung antara kaki anak ayam dengan lantai yang suhunya relatif dingin.
  2. Membantu menyerap air dari feses maupun dari tumpahan air minum sehingga lantai kandang tidak lembab.
  3. Pada saat brooding, litter dapat menyerap panas dari brooder sehingga membantu menghangatkan anak ayam.

Hal yang perlu diperhatikan peternak, yaitu litter harus selalu kering. Litter yang lembab dapat mengakibatkan kadar amonia meningkat. Kadar amonia yang meningkat dapat mengakibatkan iritasi pada mukosa membran mata dan saluran pernapasan ayam. Selain bisa memicu peningkatkan amonia, dampak lain dari litter yang basah dan lembab antara lain sebagai berikut.
  1. Menyebabkan anak ayam di masa brooding kedinginan meskipun suhu brooding telah selesai. Akibatnya, ayam malas untuk beraktifitas dan pertunbuhannya lambat. 
  2. Menjadi sumber penularan penyakit (dari feses ayam sakit, red), seperti cacingan dan koksidiosis.
  3. Mengundang vektor ( serangga sebagai menyebar penyakit) seperti lalat.
  4. Menimbulkan luka di telapak kaki anak ayam dan kemerahan dibagian otot dada. Hal ini karena panasnya amonia.

Perlengkapan peralatan pada kandang

Tempat makan dan minum pada kandang battery sudah menyatu dengan kandang yang dapat terbuat dari bambu, alumunium atau barang lainnya yang kuat, tidak bocor, dan tidak berkarat.

Bibit Ayam

Bibit ayam petelur dapat diperoleh pada penyedia bibit. Bibit ayam yang digunakan disebut DOC (Day Old Chicken) atau ayam umur sehari. Persyaratan bibit DOC, yaitu sebagai berikut.
  • Anak ayam (DOC) berasal dari induk yang sehat.
  • Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya.
  • Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
  • Anak ayam mempunyai nafsu makan yang baik.
  • Ukuran badan normal, yaitu mempunyai berat badan antara 35-40 gram.
  • Tidak ada letakan tinja di duburnya.

Ciri telur yang baik untuk di tetaskan antara sebagai berikut.
  1. Rasio induk jantan dan betina 1 : 8 tidak lebih.
  2. Umur induk jantan dan betina tidak kurang dari 12 bulan.
  3. Tidak terdapat kecacatan pada telur seperti retak, permukaan telur yang kasar, cangkangg yang lebak, penebalan kulit di satu bagian, bagian kuning telur dobel.
  4. Tidak berbau busuk atau sudah lama di simpan.Telur harus segera dipisakan dari telur yang bagus.
  5. Memiliki berat yang normal dibandingkan dengan jenisnya (untuk telur ayam kampung beratnya 40-45 gram atau butir).
  6. Memiliki bentuk yang normal dibanding dengan jenisnya (untuk telur ayam kampung ukuran normalnya 3 : 4).
  7. Keadaan kulit telurnya bersih dan kotoran.
  8. Rongga udaranya terlihat jelas dibagian tumpul dan tidak berpindah-pindah.
  9. Umur telur tidak lebih dari 5 hari dan cara menyimpannya benar. 

Adapun perlakuan pada telur prapenetasan, yaitu sebagai berikut.
  1. Telur yang akan di tetaskan diseleksi sesuai pedoman.
  2. Telur yang akan ditetaskan dibersihkan dengan disinfektan  seperti air hangan, alkohol 70%, formalin 40%, dan kalium permanganat ( KMNO) dan jenis disinfektan lainnya secara perlahan lahan dengan menggunakan spons atau kain katun sebagai pembersihnya (jangan menggunakan kertas gosok).
  3. Telur yang akan ditetaskan disimpan dengan kisaran suhu 10-18 derajat C dan kelembapan 60-75 %. 

Pemberian pakan yang baik

Pakan adalah campuran dari beberapa bahan baku pakan, baik yang sudah lengkap maupun yang masih akan dilengkapi, yang disusun secara khusus dan mengandung zat gizi yang mencukupi kebutuhan ternak untuk dapat dipergunakan sesuai dengan jenis ternaknya. Pakan dapat dibuat dari bahan-bahan hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan hasil industri yang mengandung zat gizi dan layak dipergunakan sebagai pakan baik yang telah diolah maupun yang belum diolah.

Pakan unggas terdiri dari atas campuran bahan makanan seperti jagung, kedelai, dan bahan lainnya sehingga memiliki komposisi nutrisi karbohidrat (kalori), serat asar, protein, lemak, kalsium, dan fosfor sehingga sesuai sebagai pakan ayam. Jika memungkinkan juga dapat menggunakan dedak, sisa penggilingan beras, sebagai pakan ternak.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka bahan pakan unggas harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu diantaranya:
  1. Bahan pakan ternak yang dipergunakan tidak boleh bersaing dengan bahan untuk makanan manusia. Apabila manusia banyak membutuhkannya, maka bahan pakan tersebut jangan diberikan pada unggas.
  2. Bahan pakan yang dipergunakan untuk pakan ternak unggas harus tersedia dalam waktu yang lama atau ketersediaan sepanjang waktu bahan pakan tersebut diperlukan. Bahan pakan yang ketersediaannya pada suatu saat ada dan kemudian hilang atau tidak ada alias lenyap, harus dihindari.
  3. Bahan pakan yang dipergunakan untuk pakan ternak unggas setiap tahun bahkan setiap bulan selalu diproduksi, sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pakan tersebut secara kontinuitas.
  4. Harga bahan pakan, harus dinilai dari segi manfaat bahan pakan tersebut, sehingga dapat mencerminkan kualitas pakan yang telah disusun.
  5. Kualitas gizi bahan pakan, untuk pakan ternak unggas, batasan kualitas adalah kandungan serat kasar dari bahan pakan tersebut. Semakin tinggi kandungan serat kasar bahan pakan, maka akan semakin kurang berperan bahan pakan tersebut bagi unggas.

Obat-obatan, Vitamin, dan Hormon Pertumbuhan

Obat-obatan yang diberikan kepada unggas yang sakit. Obat-obatan yang diberikan harus disesuaikan dengan penyakit yang diderita oleh unggas. Obat juga diberikan sesuai dosis, jumlah serta waktu yang tepat. Vitamin berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan menjaga kesehatan unggas, sedangkan hormon pertumbuhan berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan unggas. Secara alami unggas dapat tumbuh sehat jika mendapatkan pakan dalam jumlah yang cukup.

Panen

Hasil yang di panen dari ayam petelur adalah telur ayam. Telur dipanen 3 kali dalam sehari agar kerusakan telur yang disebabkan oleh virus dapat terhindar. Pengambilan pertamapada pagi hari antara pukul 10.00-11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; dan 15.00-16.00. Hasil tambahan yang dapat dinikmati dari hasil budidaya ayam petelur adalah dading dari ayam yang telah tua (afkir) dan kotoran yang dapat dijual untuk dijadikan pupuk kandang.

Kegiatan pasca panen

Kegiatan pasca panen budidaya unggas petelur meliputi penyortiran dan pembersihan telur. Telur yang telah dikumpulkan langsung disortir berdasarkan ukuran dan bentuknya, yaitu telur normal dan abnormal. Telur normal adalah telur yang oval, bersih, dan kulitnya mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63 cc. Telur yang abnormal misalnya telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak atau keriting, bentuknya lonjong. Selanjutnya telur dibersihkan dari kotoran dan litter yang menempel dengan cara dicuci atau diamplas pelan pelan kemudian siap untuk dikemas dan dipasarkan.

Setelah panen selesai dilakukan maka selanjutnya dilakukan pemeliharaan dan sanitasi kandang.
  1. Pemeliharaan Kandang 
    Bangunan kandang perlu dipelihara secara baik dengan cara dibersihkan secara teratur. Apabila ada bagian kandang yang rusak maka harus segera diganti atau diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang dapat maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.
  2. Sanitasi 
    Menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar kandang (sanitasi) pada area peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah dan mudah. 

Uraian di atas merupakan ulasan mengenai cara budidaya unggas petelur dengan mudah. Anda bisa menerapkan beberapa cara di atas agar usaha budidaya yang dijalankan mendapatkan hasil yang menguntungkan. Demikian semoga uraian ini bermanfaat bagi Anda semua.

    Post a Comment

    0 Comments