7 Gangguan dan Penyakit pada Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ terpenting dalam sistem ekskresi manusia. Ginjal terletak di dekat bagian tengah punggung pada kedua sisi tulang belakang, lebih tepatnya di bawah tulang rusuk bagian belakang. Fungsi ginjal sendiri sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup pada manusia. Jika mengalami sebuah gangguan maka akan terjadi ketidaknormalan pada sistem ekskresi tersebut.

7 Gangguan dan Penyakit pada Ginjal

Ginjal terdiri dari organ yang sepasang yakni ginjal kiri dan kanan. Manusia memiliki dua buah ginjal yang berwarna merah gelap dan berbentuk seperti kacang merah. Panjangnya sekitar 10-13 cm dan lebarnya 5-7,5 cm. Di dalam setiap ginjal mengandung satu juta nefron, yaitu saringan darah yang sangat kecil. Maka dari itu jika terjadi masalah di dalamnya maka akan terjadi gangguan terhadap ginjal tersebut. Untuk itu perlu Anda ketahui berbagai gangguan dan penyakit yang terjadi pada ginjal seperti pada uraian berikut ini.

7 Gangguan dan Penyakit pada Ginjal

1. Batu Ginjal

Batu ginjal merupakan massa padat seperti batu yang berbentuk di sepanjang saluran kemih. Batu ini juga berbentuk di dalam ginjal. Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis. Batu ginjal dapat terbentuk apabila urine mengalami jenuh garam-garaman. Batu ginjal sekitar 80% terdiri atas kalsium dan sisanya berupa asam urat, sistein, dan mineral struvit.

Batu yang menyumbat ureter, pelvis ginjal, dan tubulus dapat mengakibatkan nyeri punggung. Batu juga bisa menyumbat saluran kemih sehingga urine akan menggenang. Urine tersebut dapat menjadi sarang bakteri dan dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih. Jika penyumbatan berlangsung lama, urine akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. Keadaan ini mengakibatkan ginjal membengkak sehingga dapat memicu kerusakan ginjal.

Apabila batu ginjal masih berukuran kecil dan tidak mengakibatkan infeksi biasanya tidak perlu pengobatan. Batu tersebut dapat terbuang bersama cairan yang dikonsumsi dalam jumlah banyak. Sementara itu, batu yang berukuran kurang lebih 1 cm di dalam pelvis ginjal atau bagian ureter bisa dipecahkan dengan gelombang ultrasonik. Pecahan batu tersebut selanjutnya akan keluar bersama urine.

Selain itu, sebuah batu juga dapat diangkat dengan membuat sayatan kecil pada kulit. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengobatan ultrasonik. Namun, batu yang berukuran lebih besar perlu diangkat melalui pembedahan.

2. Diabetes Melitus (DM)

Diabetes melitus yang umumnya dikenal sebagai kencing manis  merupakan penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah). Kencing manis ditandai dengan adanya poliuria (sering buang air kecil dalam volume yang besar). Gejala yang lain berupa polidipsia (rasa haus terus-menerus) dan polifagia (mudah lapar). Namun, gejala awal yang bisa digunakan untuk indikasi penyakit ini yaitu kadar gula darah yang tinggi. Ketika kadar gula darah mencapai nilai di atas 160-180 mg/dL, glukosa akan turut dikeluarkan bersama urine. Jika kadar ginjal glukosa dalam darah lebih tinggi, ginjal memerlukan air dalam volume yang besar untuk mengencerkan glukosa. Keadaan inilah yang memicu terjadinya poliuria.

3. Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal kronis yaitu keadaan ginjal yang mengalami kerusakan permanen sehingga ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya. Gagal ginjal ditandai dengan oedema (pembengkakan) di seluruh tubuh, hipertensi, dan kadar kreatinin lebih dari 25 mg/kg berat badan.

Penanganan dan pengobatan gagal ginjal bertujuan mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi, dan memperlambat perkembangan penyakit. Dalam beberapa kasus serius, penderita gagal ginjal akan disarankan untuk melakukan tindakan hemodialisis (pencucian darah) atau transplantasi ginjal.

4. Nefritis

Nefritis merupakan peradangan pada nefron karena infeksi bakteri Streptococcus. Nefritis dapat mengakibatkan seseorang menderita uremia dan oedema. Uremia yaitu terbawanya urine ke dalam aliran darah akibat adanya kebocoran pada salah satu saluran nefron. Oedema yaitu penimbunan air di kaki karena reabsorpsi air terganggu.

5. Albuminuria

Albuminuria yaitu terdapatnya albumin maupun protein lain di dalam urine. Gangguan ini terjadi akibat kerusakan alat filtrasi pada ginjal (glomerulus). Pada penyakit albuminuria yang berat dapat mengakibatkan adanya pembengkakan yang berisi cairan pada daerah-daerah tertentu, misalnya wajah dan pergelangan tangan. Kondisi ini dikarenakan kurangnya kadar albumin di dalam pembuluh darah sehingga tekanan osmotik di dalam pembuluh darah semakin berkurang. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan cairan yang berada di pembuluh darah akan merembes ke jaringan-jaringan lain di luar pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan pembengkakan.

6. Anuria

Anuria ditandai dengan tidak terjadinya pembentukan urine. Keadaan ini disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus. Akibatnya, proses filtrasi tidak dapat dilakukan dan tidak ada urine yang dihasilkan.

7. Poliuria

Poliuria ditandai dengan produksi urine melebihi batas normal. Poliuria dapat terjadi karena adanya diabetes yang tidak dirawat. Penyebab lain yang memungkinkan terjadinya poliuria yaitu rusaknya medula ginjal, penyakit anemia, dan sering minum obet-obatan tertentu.

Uraian di atas merupakan ulasan mengenai beberapa gangguan dan penyakit yang terjadi pada ginjal. Dengan begitu Anda telah mengetahui mengenai beberapa gangguan yang menyerang organ tersebut. Gangguan-gangguan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya kebisaan pola hidup sehari-hari. Untuk itu diharapkan Anda selalu menjaga kondisi kesehatan selalu agar tidak terserang penyakit. Demikian semoga uraian ini bermanfaat bagi Anda semua.

Post a Comment

0 Comments