10 Komponen pada Mesin Refrigerasi/Mesin Pedingin

Mesin refrigerasi secara umum digunakan untuk pengkondisian udara suatu ruangan, rumah atau industri, sehingga setiap orang yang berada pada ruangan tersebut akan merasa nyaman. Alat ini biasa disebut dengan Air Condiitioning  (AC). Mesin pendingin adalah suatu rangkaian rangkaian yang mampu bekerja untuk menghasilkan suhu atau temperatur dingin. Mesin pendingin bisanya berupa kulkas, freezer atau AC. Namun AC fungsinya  adalah sebagai penyejuk atau pendingin suhu udara dalam ruangan.

10 Komponen pada Mesin Refrigasi/Mesin Pedingin

Adapun proses kerjanya adalah penguapan. Untuk mendapatkan penguapan diperlukan gas (udara) yang mencapai temperatur tertentu (panas). Setelah udara tersebut panas diubah agar kehilangan panas, sehingga terjadi penguapan. Di saat adanya penguapan, maka timbullah suhu di dalam temeratur rendah (dingin). Nah untuk mengetahui lebih dalam mengenai mesin refrigasi/mesin pendingin, ada baiknya juga tahu komponen-komponen dari mesin tersebut. Langsung saja simak ada uraian berikut ini.

10 Komponen pada Mesin Refrigerasi/Mesin Pedingin

1. Kompresor (Pipa hisap-tekan)

Kompresor memompa bahan pendingin ke seluruh sistem. Gunanya adalah untuk menghisap gas tekanan rendah dan suhu terendah dari evaporator dan kemudian menekan/memampatkan gas tersebut, sehingga menjadi gas dengan tekanan dan suhu tinggi, lalu dialirkan ke kondensor. Cara kerja kompresor adalah untuk:

Menurunkan tekanan di evaporator, sehingga bahan pendingin cair di evaporator dapat menguap pada suhu yang lebih rendah dan menyerap lebih banyak panas dari sekitarnya.
Menghisap gas bahan pendingin dari evaporator, lalu menaikkan tekanan dan suhu gas bahan pendingin tersebut, dan mengalirkannya ke kondensor sehingga gas tersebut dapat mengembun dan memberikan panasnya pada medium yang mendinginkan kondensor.

Ada tiga macam kompresor yang banyak dipakai pada mesin-mesin pedingin yaitu:
  1. Kompresor torak, kompresinya dikerjakan oleh torak.
  2. Kompresor rotasi, kompresinya dikerjakan oleh blade atau vane dan roller.
  3. Kompresor sentrifugal, kompresor sentrifugal tidak mempunyai alat-alat tersebut kompresi timbul akibat gaya sentrifugal yang terjadi karena gas diputar oleh putaran yang tinggi kecepatannya dan impeller.

Fungsi kompresor pada sistem pendinginan uap (vapor compression system) ada dua macam:
  • Untuk mengalirkan uap refrigeran yang mengandung sejumlah panas dari evaporator.
  • Untuk menaikkan temperatur uap refrigeran sampai mencapai titik saturasinya (jenuh), titik tersebut lebih tinggi daripada temperatur medium pendinginnya.

2. Kondensor (Pipa pengembun)

Kondensor merupakan suatu jaringan pipa yang berfungsi sebagai pengembun. Udara yang dipompakan dari kompresor akan mengalami penekanan sehingga mengalir ke pipa kondensor. Udara yang berada dalam pipa kondensor akan mengalami pengembunan. Dari sini, udara yang sudah mengembun dan menjadi zat cair akan mengalir menuju pipa evaporator.

3. Evaporator (Pipa penguap)

Evaporator adalah pipa yang berfungsi sebagai penguapan. Zat cair yang berasal dari pipa kondensor masuk ke evaporator lalu berubah wujud menjadi gas dingin karena mengalami penguapan. Selanjutnya udara tersebut mampu menyerap kondisi panas yang ada di dalam ruangan mesin pendingin. Selanjutnya gas yang ada dalam evaporator akan mengalir menuju kompresor karena terkena tenaga hisapan. Demikian terus-menerus sirkulasi udara dan perubahannya dalam rangkaian mesin pendingin.

4. Komponen kontrol (Matering device)

Komponen kontrol refrigeran merupakan suatu tahanan yang tempatnya berada di antara sisi tekanan tinggi dan sisi tekanan rendah. Refrigeran cair yang mengalir melalui komponen kontrol, tekanannya diturunkan dan jumlahnya diatur sesuai dengan keperluan evaporator. Komponen kontrol harus memberikan kapasitas yang maksimum pada evaporator, tetapi tidak membuat beban lebih kepada kompessor. Komponen kontrol refrigeran bekerjanya atas dasar perubahan tekanan, perubahan suhu, perubahan jumlah refrigeran, atau gabungan dari perubahan tekanan, suhu dan jumlah refrigeran. Komponen kontrol yang paling sering digunakan pada sistem air conditioning adalah katup ekspansi thermostatis (TXV).

5. Refrigeran

Refrugeran adalah bahan pendingin berupa fluida yang digunakan untuk menyerap panas melalui perubahan phasa cair ke gas (menguap) dan membuang panas melalui perubahan phasa gas ke cair (mengembun).

6. Komonen kelistrikan

Rangkaian keliastrikan pada sistem AC mobil adalah sangat sederhana. Umumnya terdiri atas beberapa komponen seperti thermostat, fuse, motor blower, kopling magnet (magnetik clutch) dan pusat pengatur kecepatan blower (master control). Thermostat berfungsi untuk mengatur batas-batas suhu di dalam ruangan, menghentikan dan menjalankan kembali kompresor secara otomatis, dan mengatur lamanya kompresor berhenti.

7. Fuse

Fuse digunakan untuk menjaga komponen AC dan komponen kelistrikan lainnya dari arus yang berlebih. Ukuan fuse yang digunakan biasanya berada pada kisaran 20 A - 30 A, bergantung pada sistem kelistrikan yang direncanakan. Ada dua jenis fuse yang biasa digunakan pada kendaraan, yaitu fuse yang berbentuk tabung dan fuse yang berbentuk plat plastik.

8. Magnetik clutch

Magnetik clutch berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan kompressor dari daya gerak mesin, Komponen utamanya adalah stator, rotor, dengan pulley, dan plat penghubung (hub plate). Stator terpasang pada rumah kompressor dan plat penghubung menempel pada shaft kompressor. Cara kerja dari magnetik clucth adalah saat arus listrik dialirkan ke koil stator, gaya magnet dibangkitkan oleh koil stator sehingga plat penghubung tertarik. Akibatnya, plat penghubung akan menempel ke pulley sehingga seluruh bagian magnetik clutch berputar sebagai satu kesatuan. Dengan demikian shaft kompressor akan ikut berputar dan kompressor bekerja.

9. Master control

Pada umumnya master control termasuk dalam perlengkapan pengatur kecepatan blower. Alat pengatur kecepatan ini dikenal juga dengan istilah rheostat.

10. Blower motor

Blower digunakan untuk menarik udara segar (fresh) atau udara sirkulasi ke dalam ruang penumpang yang sebelumnya dilewatkan melalui evaporator atau heater. Blower digerakkan oleh sebuah motor, biasanya sebesar 12 V. Blower motor bisa terdiri atas satu atau dua shaft (poros) dengan bearings yang disegel sehingga biasanya tidak memerlukan lagi pelumasan. Bila terjadi masalah pada bearing, maka harus diganti karena tidak mungkin untuk diperbaiki. Umumnya kerusakan teradi karena aus dan bila arus yang mengalir ke motor terlalu besar dari spesifikasinya maka lilitan motor akan terbakar.

Uraian di atas merupakan ulasan mengenai komponen-komponen penyusun dari mesin refrigasi/mesin pendingin. Dengan ini di harapkan Anda bisa semakin tahu apa yang ada di dalam mesin tersebut. Demikian semoga uraian ini bermanfaat bagi Anda semua.

Post a Comment

0 Comments