10 Gangguan atau Kelainan pada Pernapasan Manusia

Bernapas merupakan aktivitas yang sangat vital bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Pada saat bernapas, manusia menghirup dan mengembuskan udara pernapasan. Proses pernapasan tersebut dapat berlangsung karena di dalam tubuh manusia telah dianugerahkan sistem pernapasan yang kompleks. Sistem pernapasan pada manusia meliputi organ-organ pernapasan dan mekanisme kerja organ-organ pernapasan tersebut.

10 Gangguan atau Kelainan pada Penapasan Manusia

Organ-organ pernapasan dapat juga mengalami gangguan sehingga akan menghambat suplai oksigen dalam tubuh. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena pola hidup tidak sehat atau karena pengaruh zat-zat berbahaya yang masuk ke tubuh. Gangguan-gangguan tersebut juga dapat mengakibatkan gangguan kelainan struktur dan fungsi organ-organ pernapasan. Beberapa faktor lain yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan yaitu polusi udara, infeksi patogen, keabnormalan organ pernapasan, dan kebiasaan merokok. Adapun jenis-jenis gangguan atau kelainan yang dapat terjadi pada sistem pernapasan manusia sebagai berikut.

10 Gangguan atau Kelainan pada Pernapasan Manusia

1. Asfiksi

Asfiksi yaitu kelainan atau gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan atau gangguan penggunaan oksigen oleh jaringan sehingga menyebabkan penurunan fungsi paru-paru, pembuluh darah, dan jaringan tubuh lainnya. Gejala-gejala penyakit asfiksi meliputi rendahnya kadar oksigen, kejang-kejang, kesadaran menurun, terjadi depresi pada pusat pernapasan, serta denyut jantung dan pernapasan akan berhenti. Pencegahan penyakit asfiksi dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan yang bergizi, olahraga secara teratur, dan istirahat yang cukup. Sementara itu, cara mengatasi penyakit asfiksi yaitu melakukan resusitasi untuk meransang jantung dan paru-paru dalam menyuplai oksigen ke jaringan tubuh terutama otak serta mengonsumsi obat-obatan seperti epinefrin.

2. Asidosis Resiratorik

Asidosis respiratorik adalah gangguan yang disebabkan oleh keasaman darah yang berlebihan karena penumpukan karbon dioksida dalam darah. Akibatnya, keseimbangan asam basa dalam darah terganggu. Gejala-gejala yang dialami penderita asidosis respirstorik yaitu denyut jantung tidak teratur, batuk, napas lebih dalam dan lebih cepat, serta mudah lelah. Penyakit asidosis respiratorik dapat dicegah dengan cara tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Cara mengatasi penyakit asidosis yaitu mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan menggunakan bantuan pernapasan melalui ventilator mekanik.

3. Asma

Asma yaitu gangguan pada rongga saluran pernapasan yang diakibatkan oleh kontraksi otot polos pada bronkus sehingga mengakibatkan penderita sulit bernapas. Adapun gejala-gejala penyakit asma yaitu sesak napas, nyeri dibagian dada, dan napas berbunyi. Cara mencegah timbulnya penyakit asma yaitu menghindari tempat dengan kadar polusi udara yang tinggi, menghindari kontak langsung dengan hewan, dan menjaga kebersihan tempat tinggal. Adapun cara mengatasi penyakit asma yaitu dengan pemberian oksigen atau nebulizer, membantu latihan napas yang panjang dan dalam, serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang agar tidak memperparah sesak napas.

4. Bronkitis

Bronkitis yaitu infeksi pada bronkus yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi. Gejala-gejala yang timbul adalah batuk berdahak, sakit pada tenggorokan, sesak napas, hidung tersumbat, dan demam. Cara mencegah penyakit bronkitis yaitu berhenti merokok, menghindari terkena paparan asap rokok, dan menghindari mengonsumsi alkohol. Cara mengatasi penyakit bronkitis yaitu melakukan senam pernapasan, mengonsumsi air putih yang cukup, dan menggunakan masker untuk mengurangi risiko infeksi.

5. Difteri

Difteri biasa menyerang saluran pernapasan anak bagian atas yang disebabkan olah Corynebactericum diphteriae. Gejala-gejala yang dialami oleh penderita difteri yaitu berbentuk lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel, demam, sakit pada tenggorokan, pembengkakan kelenjar limfe pada leher, dan sesak napas. Penyakit difteri dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi secara teratur. Cara mengatasi penyakit difteri adalah mengonsumsi antibiotik dan antitoksin sesuai resep yang diberikan dokter.

6. Emfisema

Emfisema yaitu penyakit yang terjadi karena ketidaknormalan susunan dan fungsi alveolus. Gejala-gejala yang dialami oleh penderita emfisema antara lain sesak napas, batuk kronis, serta nafsu makan berkurang sehingga menyebabkan penurunan berat badan. Penyakit emfisema dapat dicegah dengan cara menggunakan masker saat berpergian untuk menghindari masuknya zat-zat berbahaya ke saluran pernapasan, berhenti merokok, dan berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kapasitas paru-paru. Adapun cara mengatasi penyakit emfisema yaitu mengonsumsi obat-obatan seperti bronchodilator, mucolytic, steroid, dan anbiotik yang dosisnya disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit serta melakukan terapi yang meliputi rehabilitasi paru, suplemen oksigen, dan terapi nutrisi.

7. Hipoksia

Hipoksia adalah gangguan yang diakibatkan oleh kekurangan oksigen di dalam jaringan sehingga dapat mematikan sel-sel dalam jaringan tubuh. Seseorang yang mengalami hipoksida ditandai dengan warna kulit kebiruan, sesak napas, dan sakit pada kepala. Hipoksida dapat disebabkan oleh keracunan zat-zat karsinogenik serta gangguan pada jantung dan paru-paru. Cara mencegah terjadinya hipoksia yaitu dengan tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang atau narkoba, olahraga teratur, dan selalu waspada saat berada di dalam air. Cara mengatasi hipoksia adalah memasok oksigen ke dalam tubuh menggunakan selang oksigen, melakukan intubasi atau pembuatan saluran udara mekanis yang berfungsi menyalurkan oksigen ke paru-paru, dan jika hipoksia disebabkan karena keracunan gas karbon monoksida dapat diatasi dengan memasukkan penderita ke ruang hiperbarik agar oksigen dalam darah meningkat.

8. Influenza 

Influenza diakibatkan oleh infeksi Orthomyxovirus yang menimbulkan radang pada selaput mukosa di saluran pernapasan. Gejala-gejala yang biasa dialami oleh penderita influenza antara lain demam tinggi, hidung tersumbat, batuk, wajah pucat, tubuh terasa lemas, dan nafsu makan berkurang. Cara mencegah penyakit influenza yaitu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, menggunakan masker saat bepergian agar terhindar dari paparan zat-zat berbahaya, mencuci tangan dengan bersih, dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Adapun cara mengatasi penyakit influenza yaitu istirahat yang cukup, mengonsumsi obat-obatan seperti paracetamol untuk menurunkan demam, serta mengonsumsi minuman yang mengandung gula dan elektrolit agar terhindar dari dehidrasi.

9. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru diakibatkan oleh adanya tumor ganas yang berbentuk di dalam epitel bronkiolus, biasanya diderita oleh perokok. Gejala kanker paru-paru yang sering dialami yaitu batuk berkepanjangan, napas menjadi lebih pendek, dada terasa sakit, dan berat badan menurun. Cara mencegah penyakit kanker paru-paru adalah berhenti merokok, menghindari asap rokok, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi makanan bergizi. Adapun cara mengatasi penyakit kanker paru-paru yaitu melakukan radioterapi dan mengonsumsi obat-obatan herbal seperti teh hijau dan ekstrak kulit manggis

10. Pleuritis

Pleuritis yaitu gangguan yang disebabkan oleh peradangan selaput pluera sehingga timbul rasa nyeri saat bernapas. Gejala-gejala yang dapat dialami penderita plueritis antara lain batuk kering, sesak napas, demam, sakit pada bagian dada, bahu, sendi, dan otot, serta merasa mual. Adapun cara mencegah penyakit pleuritis yaitu menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari obat-obatan yang memicu alergi. Cara mengatasi penyakit pleuritis yaitu mengonsumsi obat-obatan yang mengandung antibiotik dan melakukan penyedotan cairan dari dalam rongga pleura (torakosentesis).

Dari uraian di atas, Anda telah mengetahui beberapa jenis gangguan atau kelainan pada sistem pernapasan manusia. Beberapa kelainan pada sistem pernapasan disebabkan oleh kualitas udara yang buruk. Penurunan kualitas udara tersebut terjadi karena udara telah tercemar oleh berbagai macam polutan. Dengann begitu diharapkan Anda bisa menjaga kondisi kesehatan dengan baik. Demikian semoga uraian ini bermanfaat bagi Anda semua.

Post a Comment

0 Comments